Piru,
Kompastimur.com
Dua oknum anggota Dewan Perwakilan
Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) diduga telah melakukan
penipuan kepada salah satu pengusaha yang berinisal MA.
Sebab, kedua wakil rakyat yang diduga
berperan ganda sebagai wakil rakyat sekaligus makelar proyek di Kabupaten SBB
itu berinisial BM dari Partai Hanura dan MST dari PDIP.
MA kepada Kompas Timur mengaku, MST dan BM
telah menjanjikan proyek fisik kepada dirinya setelah keduanya meminjam uang
sebanyak Rp. 18 juta dari MA. Yakni, MST sebanyak Rp. 11 juta dan BM sebanyak
Rp. 7 juta.
“Saya sudah meminjamkan uang sebanyak
Rp. 18 juta kepada kedua anggota DPRD SBB dengan inisial MST sebanyak Rp. 11
juta dan BM sebanyak Rp. 7 juta. Dimana, keduanya menjanjikan akan memberikan
proyek fisik kepada saya,” kata MA kemarin.
Menurut MA, janji kedua oknum DPRD SBB
itu sudah dilakukan sejak setahun lebih lamanya, namun sayangnya janji tersebut
tak kunjung ditepati dan terindikasi dirinya telah menjadi korban penipuan dan
iming-iming MST dan BM.
“Sudah lebih dari setahun ternyata janji
keduanya tak pernah ditepati dan terindikasi saya telah menjadi korban penipuan
keduanya,” papar MA.
Sebab, kata MA, hingga saat ini, kedua
oknum anggota DPRD SBB tersebut, selain tak menepati janji untuk memberikan
proyek fisik kepada dirinya. Ternyata kedua oknum ini pun tak berniat untuk
menggantikan uang yang telah dipinjam oleh keduanya.
“Sampai saat ini tidak ada tanda tanda
dari kedua oknum anggota DPRD SBB tersebut untuk menggantikan uang saya.
Bahkan, belum ada tanda tanda untuk memberikan proyek kepada saya. Saya merasa
rugi dan ditipu oleh kedua oknum Anggota DPRD SBB tersebut,” katanya kesal.
Paranya lagi, ketika MA berupaya menemui
MST dan BM di kantor mereka, ternyata keduanya malah menghindari MA dan enggan
untuk bertemu dan meladeni MA.
“Mereka selalu berupaya menghindari
saya. Jadi, mereka tidak punya niat baik untuk merealisasikan janji mereka
maupun menggantikan uang saya. Ini sangat saya sesalkan,” paparnya.
Sementara itu, baik MST maupun BM yang
dikonfirmasi via pesan singkat ternyata tak dibalas. Begitu pun ketika
dihubungi via telepon seluler pun ternyata tak bisa dihubungi. (KT-MFT).

0 Comments