Ticker

7/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Pasang Iklan? Hubungi 085344204480



Jalan Ambruk Diterjang Derasnya Aliran Sungai Waekolo Saat Hujan Lebat


Namrole, Kompastimur.com
Jalan di Kilo Meter II Desa Kamlanglale, Kecamatan Namrole sepanjang kurang lebih 15 meter dan lebar 1 meter ambruk dan jatuh ke dalam Sungai Waekolo setelah badan jalan tersebut diterjang oleh derasnya aliran sungai ketika hujan lebat mengguyur Namrole dan sekitarnya, Jumat (9/6).

Rusaknya badan jalan tersebut sebenarnya telah terjadi sejak banjir yang melanda Kota Namrole dan sekitarnya, Jumat (2/6) malam lalu.

Dimana, ketika hujan saat itu, hujan lebat pun turun dan menyebabkan banjir terjadi di Kota Namrole. Sementara debit air di Sungai Waekolo pun kian bertambah dan mengalir keluar dari jalur sungai dan menghantam badan jalan sehingga mengakibatkan kerusakan di badan jalan tersebut kurang lebih 7 meter.

Sami Solissa, warga Namrole yang tinggal kurang lebih 300 meter dari lokasi jalan rusak tersebut mengaku, bahwa kerusakan jalan tersebut bertambah ketika hujan turun cukup deras lagi pada Jumat (9/6) dan air Sungai Waekolo pun kian meninggih dan mengalir cukup deras, ternyata langsung mengikis bagian samping jalan sehingga jalan yang semula telah mengalami kerusakan pun kian parah, karena kerusakan yang semula hanya sekitar 7 meter dengan lebar sekitar 80 Cm itu kini mengalami kerusakan dengan panjang kurang lebih 15 meter dan lebar kurang lebih 1 meter.

“Tadi hujan dari pukul 10.00 WIT hingga pukul 12.00 WIT itu cukup deras. Tapi tidak sampai banjir. Hanya saja, akibat hujan tersebut jalan di samping Sungai Waekolo mengalami kerusakan tambah besar,” kata Solissa kepada Kompastimur, Jumat (9/6).

Walau tempat tinggalnya agak jauh dan berada di tempat yang agak tinggi dari kali Waekolo, namun Solissa mengaku bahwa pihaknya tetap akan mewaspadai jika terjadi hujan lebat lagi.

“Memang saat ini hujan sudah redah, tetapi kalau hujan besar lagi, kita perlu waspada jangan sampai Sungai Waekolo meluap. Selain itu, ditakutkan juga hujan di kepala Sungai yang cukup deras dan bisa berdampak kepada kita disini,” kata Sami yang juga pegawai Dinas Kebudayaan dan Parawisata Kabupaten Bursel itu.

Sementara itu, akibat hujan deras tersebut pun mengakibatkan kerusakan pada talud penahan air di kali yang berlokasi tepat di belakang kost-kostan milik keluarga Yance Nahumury alias Nyong di Desa Labuang sepanjang kurang lebih 4 meter.

“Akibat hujan tadi siang, talud di belakang katong pung kost-kostan patah kurang lebih 4 meter,” kata salah satu penghuni kost-kostan, Beth Huwae kepada Kompastimur, Jumat (9/6) sore.

Menurut Huwae, kendati talud penahan air itu patah, tetapi air di dalam kali tersebut tidak sampai keluar dan menggenangi pemukiman warga sekitar aliran kali itu.

“Air memang tinggi sejajar dengan talud, tetapi biar pun patah, air tidak tergenang ke katong pung kost-kostan,” terangnya.

Walau begitu, lanjut Huwae yang merupakan guru pada SD Fatsinan ini, pihaknya tetap waspada dikalah hujan kembali turun.

“Sekarang hujan sudah redah dan air di kali pun perlahan-lahan mulai turun. Tetapi kalau ada hujan lagi, berarti katong tetap musti waspada,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Bursel Rahman Soulissa yang dikonfirmasi terkait dengan kerusakan berbagai fasilitas yang dibangun oleh Dinas PU setempat itu tak membalas pesan singkat yang dikirimkan Kompastimur.com.Bahkan, ketika dihubungi via telpon selulernya pun pria yang akrab disapa Man itu tak meresponinya.

Sementara, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bursel, Awath Mahulauw yang dikonfirmasi terkait dampak hujan deras yang terjadi di Kota Namrole, Jumat (9/6) siang mengaku tak ada dampak yang signifikan seperti banjir yang terjadi Jumat (2/6) lalu.

“Tidak ada, sama seperti sebelumnya,” kata Mahulauw menjawab pesan singkat Kompastimur.com, Jumat (9/6) sore. (KT-01)
Baca Juga

Post a Comment

0 Comments