Ketua Komisi A DPRD Maluku asal fraksi Demokrat Maluki, Melky Frans

Ambon, Kompastimur.com
Partai Demokrat sesungguhnya memiliki banyak kader yang layak berkontestasi di Pilkada Maluku. Selain Michael Wattimena, belakangan muncul juga Ketua Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Maluku asal fraksi Demokrat Maluki, Melky Frans yang di dorong untuk nyalon sebagai Wakil Gubernur Maluku dari Partai Demokrat.

Dorongan itu bukan hanya berasal dari pengurus partai yang ada di tingkat Dewan Pimpinan Cabang (DPC) saja, melainkan dorongan tersebut juga datang dari Ketua DPD Demokrat terpilih, Roy Pattiasina.

Dorongan tersebut didasari karena hingga saat ini Demokrat yang dengan jumlah kursi di DPRD dengan meraih suara terbanyak yang telah memenuhi satu fraksi utuh dan menduduki kursi wakil pimpinan DPRD belum memiliki bakal calon yang diusung oleh Demokrat.

"Saya telah diminta oleh sejumlah kader partai Demokrat provinsi Maluku, termasuk juga Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Demokrat Maluku, pak Roy Pattiasina. Permintaan itu karena Partai Demokrat dengan jumlah 6 kursi di DPRD hingga saat ini belum menentukan figurnya untuk maju dalam perhelatan politik ini, dan dorongan itu lahir melalui diskusi-diskusi di Partai Demokrat sehingga kemudian saya diminta untuk mendaftarkan diri sebagai Calon Wakil Gubernur dari partai Demokrat," kata Frans kepada wartawan, Selasa (13/6) kemarin.

Frans mengakui bahwa dorongan tersebut merupakan suatu hal yang tidak pernah terpikirkan oleh dirinya, tetapi karena dorongan dari kader partai di Provinsi Maluku dan direstui oleh Ketua DPD untuk prosesnya, sehingga tidak ada pilihan lain kecuali kapan Partai Demokrat akan menbuka pendaftaran untuk kemudian dirinya mendaftarkan diri di Partai Demokrat.

"Saya tunggu kapan Demokrat akan membuka penjaringan saja untuk saya mendaftar sebagai Bakal Calon Wakil Gubernur Maluku. Kalau kemudian saya direkomendasikan, sebagai kader partai tentu saya siap, dan kalau tidak direkomendasikan yah tidak ada masalah. Dengan siapa calon Gubernurnya, yah nanti kita lihat surveynya. Dan hampir pasti, karena Demokrat mendorong saya untuk maju, maka kemungkinan saya juga akan mendaftar di Partai Golkar. Jadi hanya dua partai itu yang akan saya lakukan pendaftaran. Artinya kalau Partai Golkar merekomendasikan siapa Gubernur dan jika kemungkinan koalisi dengan Partai Demokrat, maka saya siap atau dengan yang lainpun tetap saya siap. Karena saya tidak ada dalam beban perencanaan, tapi ini semata menjawab keluhan kader partai," terangnya. (KT-SH)
Baca Juga