Untuk menyemaraki
peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2017 di Kota Ambon, Maluku, ‘Panitia Master
Legend Cup 2017 Galunggung’ menggelar kejuaraan sepakbola.
Para pemain yang
akan ikut dalam kejuaraan tersebut berusia 40 tahun ke atas. Lokasi
penyelenggaran event sepakbola lokal ini berlangsung di Lapangan Sepakbola
Galunggung Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Ambon.
Tujuan event ini,
yakni untuk memperingati Hari Kesaktian Pancasila pada 1 Oktober lalu dan
menjadi ajang mempererat hubungan silaturahim di antara orang Basudara di
Maluku.
Pembukaan
pertandingan rencananya berlangsung pada 15 Oktober nanti. Partai pertandingan
digelar hanya pada Sabtu dan Minggu.
“Pendaftaran telah
dilakukan sejak 28 September dan akan ditutup pada Jumat (13/10) besok. Setiap
klub kontestan dari Ambon dan luar Pulau Ambon telah diberikan undangan. Selain
dari kalangan mantan-mantan pemain dan klub-klub eks perserikatan PSSI di kota
ini, ikut juga dalam kejuaraan ini tim-tim dari instansi pemerintah maupun TNI
dan Polri. Sejumlah klub yang telah mendaftar di Panpel, di antaranya Tulehu
All Stars, Paguyuban Sunda Ambon Plaza, Haruku All Stars, Mamala All Stars, Halma/Halong
Maluku Putra All Stars, Lantamal IX Ambon dan PSA All Stars,’’ rinci salah satu
anggota Panpel, Dullah Wabula kepada pers di Ambon, Rabu (11/10).
Wabula memastikan
akan ada penambahan kontestan karena pendaftaran masih berlangsung hingga 13
Oktober nanti.
“Masih ada
penambahan tim peserta,’’ imbuh Wabula.
Dilain kesempatan
Pelatih PSA All Stars Josie Latupeirissa menyebutkan untuk menghadapi kejuaraan
tersebut pihaknya menyiapkan dua armada perang, PSA All Stars A dan PSA All
Stars B.
“Kami dari PSA All
Stars mempersiapkan dua tim karena mantan-mantan pemain PSA banyak tersebar di
Kota Ambon. Saya akan membagi PSA All Stars atas Tim A dan Tim B, dan nama-nama yang ada sudah
sesuai dengan apa yang kami pilih, karena ini cuma ajang untuk meramaikan
sekaligus mempererat hubungan persaudaraan, tidak untuk prestasi lagi,’’
jelasnya.
Mantan pemain
Pusparagam Jonry Pirsouw mengharapkan melalui event ini ada motivasi tersendiri
bagi generasi muda untuk menekuni sepakbola melalui pengembangan bakat-bakat
yang ada.
“Dengan adanya
kegiatan semacam ini bisa menambah motivasi bagi anak-anak muda untuk bisa
kembangkan bakat-bakat sepakbola, sebab yang generasi tua saja masih ada
semangat, apalagi yang muda muda,’’ ajaknya.
Pirsouw menyatakan
Maluku merupakan gudangnya pesepakbola berbakat, namun belum diseriusi
pemerintah provinsi sebagai kekuatan pembangunan.
“Maluku ini
gudangnya pemain sepakbola sampai di level timnas. Saran saya siapa pun
pemimpin Maluku ke depan itu harus punya motivasi memajukan olahraga khususnya
sepakbola, karena sampai saat ini Maluku belum bisa masuk sampai level
tertinggi liga di Indonesia. Mudah-mudahan pemimpin yang baru nanti lebih
memperhatikan sepakbola dan kalau bisa prestasi sepakbola Maluku terus naik dan
ada klub asal Maluku yang masuk Liga 1,’’ tutup Pirsouw. (KT-DS)
0 Comments