Ticker

7/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Pasang Iklan? Hubungi 085344204480


42 Relawan Prabowo-Gibran Bahas Harmoni dan Ekonomi, ReJO: Jadi Penyambung Lidah Rakyat

Jakarta – Sebanyak 42 pimpinan relawan pendukung Prabowo-Gibran menghadiri diskusi REBO-AN (Relawan Prabowo-Gibran) yang digelar di Hotel Luxury In Arion, Jalan Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur, Rabu (20/05/2026).

Diskusi yang mengusung tema “Menjaga Harmoni dan Pertumbuhan Ekonomi Pemerintahan Prabowo-Gibran” itu tidak hanya dihadiri para pimpinan relawan, tetapi juga menghadirkan mantan anggota DPR RI, Zulfan Lindan.

Ketua Umum Relawan Jokowi (ReJO) atau ReJO for Prabowo-Gibran, HM Darmizal MS, membuka jalannya diskusi dengan menegaskan bahwa peran relawan tidak berhenti setelah kemenangan politik diraih.

“ReJO hadir bukan sekadar untuk merayakan kemenangan. Kami di sini untuk memastikan setiap kebijakan Pak Prabowo dan Mas Gibran benar-benar berpihak kepada rakyat kecil, desa, dan kekuatan ekonomi yang tumbuh dari bawah,” ujarnya.

Menurut Darmizal, kekuatan ekonomi nasional harus dibangun dari fondasi masyarakat, terutama desa, agar tidak bergantung pada dinamika ekonomi global.

“Ekonomi rakyat itu dibangun dari bawah, dari desa dan kemampuan masyarakat untuk bertahan serta tumbuh. Inilah semangat Asta Cita yang harus dikawal bersama,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga harmoni sosial sebagai salah satu faktor pendukung keberhasilan program pemerintah.

“Harmoni bukan sekadar kata-kata. Tanpa harmoni, sehebat apa pun program pemerintah hanya akan berjalan di tempat. Tugas relawan saat ini menjadi penjaga harmoni di akar rumput sekaligus penyambung lidah rakyat ke istana,” tambahnya.

Sementara itu, Zulfan Lindan mengaitkan gagasan Presiden Prabowo mengenai kemandirian desa dengan semangat swasembada nasional yang saat ini menjadi fokus pemerintah.

“Ide besar Pak Prabowo sebenarnya sederhana, yakni membangun bangsa yang percaya pada kekuatan sendiri. Desa-desa harus menjadi pusat ketahanan ekonomi nasional dan mampu berdiri kokoh meski dunia sedang menghadapi gejolak,” ujarnya.

Dalam paparannya, Zulfan juga menyinggung pengalaman Iran sebagai contoh bagaimana stabilitas kebutuhan dasar masyarakat dapat menjadi ukuran kekuatan sebuah negara.

“Kekuatan bangsa tidak semata ditentukan oleh kuat atau lemahnya mata uang terhadap dolar. Yang lebih penting adalah kemampuan negara menjaga kebutuhan pokok rakyat tetap stabil dan terjangkau,” jelasnya.

Di sisi lain, Sekretaris Jenderal ReJO, M. Rahmad, menyoroti capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia yang disebut mencapai 5,61 persen pada kuartal pertama 2026. Menurutnya, capaian tersebut baru sebagian kecil dari potensi besar yang dimiliki Indonesia.

“Kita memiliki kekayaan mineral yang luar biasa, potensi wisata yang besar, keindahan alam, serta masyarakat yang dikenal ramah. Modal kita sudah lengkap, tinggal bagaimana dikelola secara maksimal,” katanya.

Pada sesi penutup, Darmizal menegaskan bahwa ReJO akan tetap berperan sebagai mitra kritis sekaligus mitra konstruktif bagi pemerintahan Prabowo-Gibran.

Ia menyebut forum REBO-AN akan terus digelar sebagai ruang dialog strategis yang mempertemukan relawan, tokoh masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan.

“Kami para relawan akan terus berdiri di belakang Pak Prabowo dan Mas Gibran. Tugas kami menjaga arah, mengawal pelaksanaan, dan memastikan denyut pembangunan benar-benar dirasakan hingga pelosok desa,” pungkasnya. (W) 

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments