Ticker

7/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Pasang Iklan? Hubungi 085344204480


Hilirisasi Ubi Kayu Dapat Restu Menteri Pertanian, Babak Baru Kebangkitan Pertanian Buru Selatan Dimulai

JAKARTA – Harapan besar untuk membangun kemandirian ekonomi berbasis pertanian di Kabupaten Buru Selatan kini memasuki babak baru. Setelah melalui berbagai tahapan koordinasi antara Pemerintah Provinsi Maluku dan Pemerintah Kabupaten Buru Selatan, program pengembangan hilirisasi ubi kayu berskala besar resmi memperoleh dukungan dari Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman.

Dukungan tersebut disampaikan langsung dalam rapat koordinasi yang berlangsung di Kantor Kementerian Pertanian RI, Jakarta, Selasa (9/6/2026), yang dihadiri Hendrik Lewerissa, La Hamidi, serta sejumlah kepala daerah dari berbagai wilayah di Indonesia.

Persetujuan pemerintah pusat ini menjadi momentum penting bagi perjalanan pembangunan sektor pertanian di Kabupaten Buru Selatan. Program hilirisasi ubi kayu tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi komoditas pertanian, tetapi juga diarahkan untuk membangun industri pengolahan yang mampu menciptakan nilai tambah, memperkuat rantai ekonomi daerah, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Gagasan pengembangan hilirisasi ubi kayu ini merupakan bagian dari visi besar Pemerintah Provinsi Maluku di bawah kepemimpinan Gubernur Hendrik Lewerissa yang melihat besarnya potensi lahan pertanian di Buru Selatan. Potensi tersebut kemudian disambut dan diperjuangkan secara serius oleh Bupati La Hamidi sebagai salah satu program strategis untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.

Selama ini, Kabupaten Buru Selatan dikenal memiliki hamparan lahan yang luas, subur, dan sangat potensial untuk pengembangan sektor pertanian. Namun, sebagian besar potensi tersebut belum dimanfaatkan secara optimal untuk mendorong lahirnya industri berbasis pertanian yang mampu memberikan nilai ekonomi lebih besar kepada petani dan masyarakat.

Melalui program hilirisasi ini, ubi kayu yang selama ini dipasarkan dalam bentuk bahan mentah akan diolah menjadi berbagai produk turunan bernilai tinggi. Langkah tersebut diyakini mampu meningkatkan daya saing komoditas lokal sekaligus membuka peluang investasi di sektor agroindustri.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pengembangan hilirisasi ubi kayu di Buru Selatan sejalan dengan agenda nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat ketahanan pangan dan mempercepat terwujudnya swasembada pangan nasional.

"Program ini sangat sejalan dengan visi Presiden dalam mewujudkan swasembada pangan nasional. Karena itu Kementerian Pertanian siap memberikan dukungan agar program ini dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ujar Amran.

Sebagai bentuk komitmen awal pemerintah pusat, Kementerian Pertanian akan menyalurkan sejumlah bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), termasuk beberapa unit traktor yang akan digunakan untuk membuka dan mengelola lahan-lahan potensial yang telah disiapkan bagi kelompok tani di Kabupaten Buru Selatan.

Bantuan tersebut diharapkan menjadi pemicu percepatan pengembangan kawasan pertanian ubi kayu terpadu yang nantinya akan menjadi fondasi utama pembangunan agroindustri daerah.

Bupati La Hamidi menyambut positif dukungan yang diberikan pemerintah pusat. Menurutnya, restu dari Menteri Pertanian menjadi bukti bahwa Buru Selatan memiliki potensi besar untuk tumbuh sebagai salah satu sentra pertanian unggulan dan pusat agroindustri baru di Provinsi Maluku.

Lebih dari sekadar meningkatkan produksi pertanian, proyek hilirisasi ubi kayu diyakini akan menciptakan dampak ekonomi yang luas. Kehadiran investasi di sektor pengolahan hasil pertanian diproyeksikan mampu membuka lapangan kerja baru, memperkuat pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat, serta memberikan kepastian pasar bagi hasil produksi petani.

Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah daerah menjadi fondasi kuat bagi keberhasilan program ini. Hilirisasi ubi kayu kini bukan sekadar program pertanian, melainkan simbol dimulainya transformasi ekonomi berbasis sumber daya lokal yang berkelanjutan di Kabupaten Buru Selatan.

Dengan dukungan penuh yang telah diberikan, Kabupaten Buru Selatan kini berada di ambang lahirnya era baru pembangunan pertanian modern. Potensi lahan yang selama ini belum tergarap secara maksimal akan diubah menjadi kekuatan ekonomi produktif yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat posisi daerah sebagai salah satu calon lumbung pangan dan pusat agroindustri masa depan di Maluku.

Restu Menteri Pertanian menjadi titik awal perjalanan besar tersebut sebuah langkah strategis menuju Buru Selatan yang lebih maju, mandiri, dan berdaya saing, melalui pembangunan pertanian berbasis hilirisasi yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat. (KT/04) 

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments