YOGYAKARTA – Menyambut Hari Bhayangkara ke-80 yang diperingati pada 1 Juli 2026 mendatang, Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (Polda DIY) menggelar kegiatan bakti religi di sejumlah rumah ibadah yang tersebar di wilayah DIY, Jumat (12/6/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara yang tidak hanya menandai perjalanan panjang institusi Polri, tetapi juga menjadi momentum mempererat hubungan dengan masyarakat serta memperkuat semangat persatuan dalam keberagaman.
Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Ihsan, menjelaskan bahwa sejumlah satuan kerja di lingkungan Polda DIY terlibat langsung dalam kegiatan bakti religi tersebut dengan menyasar masjid, gereja, maupun pura.
Personel Bidang Keuangan (Bidkeu) Polda DIY melaksanakan bakti religi di Gereja Katolik Santo Petrus dan Paulus Minomartani, Ngaglik, Kabupaten Sleman serta Masjid Al-Mu'awwanah Ceper. Sementara personel Biro Operasi (Roops) Polda DIY melakukan kegiatan serupa di Gereja Kristen Indonesia (GKI) Gejayan dan Masjid Al Huda Ngemplak.
“Bakti religi juga dilaksanakan oleh personel Biro Perencanaan (Rorena) Polda DIY di Pura Widya Dharma Dero dan Masjid Minhajul Karoomah. Di lokasi berbeda, personel Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda DIY melaksanakan bakti religi di Gereja Kristen Jawa (GKJ) Gondokusuman dan Masjid Al Huda Piyungan,” ujar Kombes Pol Ihsan, Sabtu (13/6/2026).
Tidak hanya itu, personel Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) Polda DIY turut melaksanakan kegiatan di GKJ Pundong, Kabupaten Bantul dan Mushola Al Basri Wonolopo, Canden, Jetis, Bantul. Sedangkan personel Bidang Hubungan Masyarakat (Bidhumas) Polda DIY menggelar bakti religi di Masjid Nurul Atqiya, Jalan Plosokuning II, Minomartani, Ngaglik, Sleman serta GKJ Minomartani.
Menurut Ihsan, bakti religi merupakan salah satu bentuk pengabdian Polri kepada masyarakat sekaligus cerminan penghormatan terhadap nilai-nilai toleransi dan keberagaman yang menjadi fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Bakti religi merupakan salah satu rangkaian kegiatan Hari Bhayangkara ke-80 yang tidak hanya bertujuan memperingati perjalanan panjang Polri, tetapi juga sebagai sarana memperkuat hubungan dengan masyarakat dan seluruh elemen bangsa,” katanya.
Ia menambahkan, melalui kegiatan tersebut Polri ingin terus hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, sekaligus menjadi bagian dari masyarakat yang peduli terhadap lingkungan serta menjaga kerukunan antarumat beragama.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin hadir tidak hanya sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang peduli terhadap lingkungan dan kerukunan antarumat beragama,” pungkasnya.
(Wit)

0 Comments