NAMROLE – Wakil Bupati Buru Selatan, Gerson Eliaser Selsily, mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran HIV/AIDS di Kabupaten Buru Selatan. Imbauan tersebut disampaikan menyusul adanya informasi awal mengenai dugaan penyebaran kasus HIV/AIDS yang kini menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Buru Selatan.
Pernyataan itu disampaikan Selsily kepada awak media usai menghadiri Pertemuan Koordinasi dan Komitmen Stakeholder Program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), Gizi, dan Kesehatan Reproduksi yang diselenggarakan Dinas Kesehatan Kabupaten Buru Selatan di Aula Penginapan Denis, Desa Kamlanglale, Kecamatan Namrole, Senin (27/7/2026).
Menurut Selsily, pemerintah daerah telah menerima informasi awal yang mengindikasikan adanya penyebaran HIV/AIDS di wilayah Buru Selatan. Karena itu, persoalan tersebut menjadi salah satu fokus pembahasan dalam rapat koordinasi bersama jajaran tenaga kesehatan dan para kepala puskesmas.
"Kita mendapat informasi bahwa mulai ada semacam penyebaran HIV/AIDS di wilayah Buru Selatan. Karena itu, dalam rapat koordinasi ini kami meminta seluruh tenaga kesehatan, para kepala puskesmas, dan seluruh stakeholder untuk mengantisipasi persoalan ini sejak dini," ujarnya.
Ia menegaskan, langkah deteksi dini harus segera diperkuat agar potensi penyebaran virus dapat dicegah sebelum berkembang lebih luas. Seluruh fasilitas pelayanan kesehatan diminta meningkatkan pengawasan, memperluas edukasi kepada masyarakat, serta mengoptimalkan pelayanan sesuai tugas dan kewenangan masing-masing.
Selsily mengungkapkan, informasi yang diterima pemerintah mengacu pada data awal yang mulai teridentifikasi sejak 2019. Namun demikian, data tersebut masih akan diverifikasi dan dievaluasi lebih lanjut oleh Dinas Kesehatan bersama seluruh tenaga medis untuk memastikan kondisi sebenarnya di lapangan.
"Ini akan menjadi fokus kita untuk terus melakukan evaluasi terhadap kerja-kerja tenaga kesehatan. Momentum rapat koordinasi ini harus menjadi langkah awal memperkuat deteksi dini terhadap penyebaran HIV/AIDS di Buru Selatan," katanya.
Selain meminta tenaga kesehatan meningkatkan kewaspadaan, Wakil Bupati juga mengajak masyarakat berperan aktif dalam mencegah penyebaran HIV/AIDS dengan menghindari perilaku berisiko dan menerapkan pola hidup sehat.
"Kami mengimbau masyarakat agar menghindari perilaku yang berisiko, termasuk seks bebas, karena itu dapat berdampak pada penyebaran HIV/AIDS. Kesadaran masyarakat menjadi kunci utama dalam upaya pencegahan," tegasnya.
Meski demikian, Selsily menekankan bahwa informasi mengenai penyebaran HIV/AIDS tersebut masih memerlukan pendalaman lebih lanjut. Pemerintah Kabupaten Buru Selatan akan terus memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan agar langkah pencegahan dan penanganan dapat dilakukan secara tepat, terukur, dan berbasis data.
Ia berharap seluruh elemen masyarakat ikut mendukung upaya pemerintah dengan tidak memberikan stigma kepada orang dengan HIV, melainkan mendorong deteksi dini, pemeriksaan kesehatan, serta edukasi yang berkelanjutan.
"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati. Kepada para tenaga medis, mari bekerja keras melakukan deteksi dini sesuai tugas dan kewenangan masing-masing agar penyebaran penyakit ini dapat dicegah sedini mungkin dan tidak mengganggu kesehatan maupun kehidupan sosial masyarakat Buru Selatan," pungkasnya. (KT/04)

0 Comments