BANTUL – Peristiwa yang videonya viral di sejumlah akun media sosial kini menjadi perhatian serius Polres Bantul. Sebanyak 13 remaja diamankan aparat kepolisian untuk menjalani pemeriksaan dan pendalaman terkait peristiwa tersebut.
Belasan remaja itu diamankan oleh personel dari tiga wilayah hukum kepolisian sektor, yakni Polsek Kretek, Polsek Sanden, dan Polsek Pleret. Setelah diamankan di masing-masing polsek, mereka kemudian dibawa ke Satreskrim Polres Bantul untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, membenarkan adanya pengamanan tersebut. Ia menegaskan, kepolisian masih mendalami peran dan keterlibatan masing-masing remaja dalam peristiwa yang videonya telah menyebar luas di media sosial.
“Benar, ada 13 remaja yang telah diamankan terkait peristiwa tersebut. Mereka diamankan oleh petugas dari Polsek Kretek, Polsek Sanden, dan Polsek Pleret,” kata Rita, Minggu (4/10/2026).
Rita menjelaskan, setelah melalui proses pengamanan di masing-masing polsek, seluruh remaja tersebut selanjutnya diserahkan kepada Satreskrim Polres Bantul. Langkah itu dilakukan untuk memastikan kronologi kejadian serta mengungkap secara jelas pihak-pihak yang terlibat.
“Saat ini seluruhnya sudah berada di Satreskrim Polres Bantul. Mereka masih menjalani pemeriksaan untuk penanganan lebih lanjut,” ujarnya.
Menurut Rita, pemeriksaan masih berlangsung sehingga kepolisian belum dapat menyimpulkan secara menyeluruh mengenai peran masing-masing remaja. Karena itu, masyarakat diminta tidak tergesa-gesa menarik kesimpulan hanya berdasarkan potongan video atau informasi yang beredar di media sosial.
“Kami masih melakukan pendalaman terhadap peristiwa ini. Untuk itu, kami mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi dan menunggu informasi resmi dari kepolisian,” jelasnya.
Polres Bantul juga mengingatkan masyarakat untuk lebih bijak dalam menyikapi video maupun informasi yang telah beredar. Penyebaran informasi yang belum terverifikasi berpotensi menimbulkan kesalahpahaman, memperkeruh situasi, bahkan merugikan pihak-pihak tertentu.
Rita berharap masyarakat dapat menahan diri dan memberikan ruang kepada aparat kepolisian untuk melakukan proses pemeriksaan secara objektif.
“Kami berharap masyarakat bisa menahan diri dan tidak menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya. Percayakan penanganan peristiwa ini kepada pihak kepolisian,” pungkasnya.
Hingga kini, proses pemeriksaan terhadap ke-13 remaja tersebut masih berlangsung di Satreskrim Polres Bantul. Kepolisian dijadwalkan menyampaikan perkembangan penanganan setelah proses pendalaman memperoleh hasil yang lebih jelas. (W)

0 Comments