Ticker

7/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Pasang Iklan? Hubungi 085344204480



Orang Tua Ragukan Kualitas Siswa SMAN 18 Watuwe

Ambon, Kompastimur.com 
Orang tua murid Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 18 yang berada di Desa Watuwey, Kecamatan Dawelor Dawera  Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) meragukan kualitas anak didik di sekolah tersebut.

Pasalnya, dalam perjalanan sekolah tersebut kurang mendapat perhatian serius dari Pemerintah setempat.

Salah satu orang tua murid Jonas  Lepertery  kepada Kompastimur.com di Ambon Jumat, (9/12) mengatakan sejak sekolah tesebut diresmikan pada Tahun 2013 lalu dan berproses sampai dengan saat ini, perhatian dari pemerintah Kabupaten MBD khususnya dinas terkait sangat minim, sehingga dirinya meragukan kualitas anaknya ketika selesai studi pada sekolah negeri itu.

“Sejak sekolah itu diresmikan pada Tahun 2013 menjalankan aktifitas sampai dengan saat ini perhatian dari pemerintah kabupaten, khususnya Dinas Pendidikan sangat sedikit, ini yang saya ragukan soal kualitas anak saya,’’ ungkpanya.

Lanjutnya, guru yang mengajar pada sekolah tersebut hanya tiga orang, yang terdiri dari dua orang guru yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan 1 orang guru yang berstatus Honorer.

Menurutnya, bagaimana para siswa mau berkualitas kalau sekolah bertaraf menengah atas itu hanya ditangani oleh tiga guru dengan sekian banyak mata pelajaran yang harus diajarkan. Jadi, mestinya ada tambahan tenaga pengajar.

“Kalau Guru yang mengajar di sekolah itu hanya tiga guru. Mana mungkin siswa-siswi  yang sekolah disitu bisa berkualitas, karena banyak mata pelajaran yang harus diajarakan sehingga harus tambah tenaga untuk mengajar,’’ tutur Lepertery.

Dengan demikian dengan dinamika sekolah tersebut diharapkan ada perhatian  dari pemerintah Kabupaten MBD, dalam hal ini dinas pendidikan agar bisa ada penambahan guru, karena minimnya guru sangat berpengaruh kepada kualitas para siswa yang menuntut ilmu pada sekolah negeri tersebut.

“Saya berharap dengan kurangnya guru pada sekolah SMA Watuwey ada perhatian dari pemerintah Kabupaten MBD, khusunya Dinas Pendidikan. Kalau bisa ada penambahan guru, karena kalau guru kurang maka itu sangat mempengaruhi kualitas dari anak-anak kita yang belajar di sekolah itu’’, tandasnya.


Sementara ini Kepala Dinas Pendidikan MBD Jhon Leunupun ketika dikonfirmasi Kompastimur.com lewat telepon selulernya enggan untuk menerima. (KT-FA)
Baca Juga

Post a Comment

0 Comments