Ambon, Kompastimur.com
Penjaringan dan penyaringan bakal calon Gubernur dan Wakil
Gubernur Maluku di Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia
(PDI-Perjuangan) Maluku yang sementara berjalan ini telah sampai pada tahap
sosialisasi di tingkat Dewan Pimpinan Cabang (DPC).
Hal ini disampaikan Ketua Tim Penjaringan bakal calon
Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku DPD PDI-Perjuangan Maluku, Hendrik Sahureka
kepada Kompastimur.com, Rabu (14/6).
Menurut Sahureka, tim penjaringan saat ini sementara juga masih melakukan upaya-upaya sosialisasi terhadap para kandidat-kandidat, baik itu kandidat bakal calon Gubernur maupun bakal calon Wakil Gubernur Maluku yang telah mendaftar pada tim penjaringan di DPD PDI-Perjuangan Maluku, baik melalui media cetak, elektronik maupun madia online.
"Kita sekarang telah melakukan sosialisasi kandidat di level struktur partai yakni di seluruh DPC-DPC yang ada. Sosialisasi itu dilaksanakan terhadap seluruh bakal calon yang ada. Dalam proses sosialisasi yang rencananya berlangsung selama sebulan ini, kemudian akan dilanjutkan dengan survey terhadap bakal calon Gubernur maupun bakal calon Wakil Gunernur Maluku," ujar Sahureka.
Dikatakannya, setelah dilakukan survey sebagai bagian dari penyaringan, kemudian akan dilakukan penyaringan lagi di tingkat DPC-DPC.
"Artinya bahwa penyrtingan tahap pertama itu
dilakukan oleh DPD, dan tahap kedua itu dilakukan atas kewenangan DPD yang
dilakukan melalui penyaringan nama di DPC-DPC. Itu diberlakukan untuk semua
kandidat yang ada dalam daftar, dan itu sudah disampaikan kepada semua bakal
calon pada saat pengembalian berkas oleh masing-masing bakal calon,"
jelasnya.
Dia menjelaskan, penjaringan ini tentu diprioritaskan kepada kader partai yang ada, akan tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa semua bakal calon yang telah mendaftar di PDI-Perjuangan itu punya kesempatan dan peluang yang sama memperoleh rekomendasi partai.
"Apa yang disampaikan oleh Pak Komarudin Watubun selaku Ketua DPP Partai dan juga sesuai hasil Rapat Kerja Nasional kita di Bali beberapa waktu lalu, PDI Perjuangan merupakan partai pemenang Pemilu di Maluku, sehingga yang diprioritaskan itu tentu kader partai. Akan tetapi bagi semua pasangan calon itu punya peluang yang sama untuk memperoleh rekomendasi, sebab tergantung pada survey yang akan dilakukan nanti," terangnya.
Menyinggung soal informasi bahwa tidak ada keseriusan oleh Komarudin untuk maju sebagai Calon Gubernur Maluku, dan hanya pakai momen untuk mempublikasikan diri untuk kemudian maju di 2019 sebagai DPR RI dari Maluku dan justru bermain untuk salah satu bakal calon untuk mendapatkan rekomendasi, Sahureka mengatakan itu tentu tidak benar. Karena Komarudin telah menyatakan sikap keseriusannya untuk maju sebagai calon Gubernur Maluku.
"Saya kira itu informasi yang tidak benar, karena kalau beliau datang untuk mempublikasikan diri untuk maju dalam pileg 2019 dari dapil Maluku dan bermain kepada salah satu kandidat untuk memperoleh rekomendasi, maka beliau tidak akan melakukan sosialisasi sebagai kandidat Gubernur seperti yang ada saat ini. Dan sikap keseriusan beliau itu sudah disampaikan ke seluruh struktur partai yang ada," pungkasnya. (KT-SH)

0 Comments