Namlea - Dari Lahan tidur (idle), Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Namlea melanjutkan capaian positifnya dalam sektor pertanian dengan melakukan panen 500 buah Jagung Pulut Hibrida, Sabtu (24/1). Ratusan jagung tersebut dipanen secara simbolis oleh Kepala Lapas Namlea, Muhammad M. Marasabessy yang didampingi para Kepala Subseksi.
"Hari ini kita panen jagung pulut yang merupakan lanjutan dari panen raya sebelumnya yang sebelumnya mencapai 1000 buah. Yang kita panen hari adalah fase panen kedua dengan ratusan buah yang dihasillkan," terang Marasabessy.
Panen ratusan jagung ini merupakan hasil dari konsistensi kelompok tani yang terbentuk dari sekelompok warga binaan yang cakap dalam bercocok tanam. Selain itu, budidaya jagung ini sebelumnya dilakukan di lahan idle yang kemudian dialihfungsikan untuk usaha tani.
Kepala Subseksi Pembinaan, Mustafa La Abidin, menambahkan hasil panen ini kemudian dipasarkan kepada pengepul sayuran lokal dan pegawai internal lapas. Selain jagung, komoditas holtikultura seperti sawi, buncis, tomat, dan cabai juga dimanfaatkan untuk kebutuhan dapur lapas.
"Begitu sehabis panen, jagungnya langsung dibeli beberapa pegawai dan sisanya akan kita jual untuk langganan kita. Omsetnya akan kami putar lagi untuk pembelian bibit dan pupuk dan sisanya untuk premi warga binaan," jelas Mustafa.
Dilain tempat, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Maluku, Ricky Dwi Biantoro menyampaikan rasa bangganya terhadap UPT Pemasyarakatan Maluku yang konsisten mengimplementasikan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan untuk mendukung ketahanan pangan, tak terkecuali Lapas Namlea.
“Kami berharap Lapas Namlea dan UPT lainnya terus mempertahankan konsistensi capaian di bidang pertanian. Komitmen ini penting untuk mendorong sektor pertanian agar dapat mendukung target kementerian dalam membantu pemenuhan ketersediaan pangan bagi masyarakat,” tutur Ricky. (LO)

0 Comments