SLEMAN - Niat menghadiri arisan berubah menjadi tragedi. Seorang pria lanjut usia berinisial LS (64), warga Kalurahan Sidorejo, Kecamatan Godean, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, meninggal dunia setelah tertabrak kereta api pada Selasa siang (27/1/2026).
Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 11.25 WIB di wilayah Dusun Tegal Ijo, Kalurahan Ngestiharjo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul.
“Benar, korban meninggal dunia di lokasi kejadian akibat tertabrak kereta api,” ujarKasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, kepada wartawan, Selasa siang.
Menurut keterangan kepolisian, sebelum kejadian korban sempat mendatangi rumah temannya berinisial W (70) di wilayah Tegal Ijo sekitar pukul 11.00 WIB. Korban diketahui hendak menghadiri arisan bersama sejumlah rekannya.
“Lokasi arisan berada di sebelah utara rumah saksi W. Sebelum arisan dimulai, korban berpamitan untuk berjalan kaki ke rumah temannya yang lain karena jaraknya dekat,” jelas Rita.
Saat berjalan menuju rumah temannya, korban harus menyeberangi jalur rel kereta api. Tak berselang lama setelah korban meninggalkan rumah W, terdengar suara kereta api melintas di lokasi tersebut.
“Warga kemudian mendengar teriakan ada orang jatuh di sekitar rel. Setelah didatangi, korban ditemukan sudah tergeletak dengan sejumlah luka dan dinyatakan meninggal dunia,” ungkapnya.
Berdasarkan informasi dari petugas Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska), korban tertabrak Kereta Api Gaya Baru Malam dengan rute Surabaya Gubeng–Pasar Senen yang tengah melintas di jalur tersebut.
Petugas kepolisian yang datang ke lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi jenazah korban. Kasus ini selanjutnya ditangani oleh pihak berwenang untuk keperluan administrasi dan pendataan lebih lanjut. (KT/05)

0 Comments