Ticker

7/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Pasang Iklan? Hubungi 085344204480



Konferda XIII AMGPM Buru Selatan Resmi Dibuka, Momentum Menentukan Arah Kepemimpinan Pemuda Gereja

Leksula – Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM) Daerah Buru Selatan resmi membuka Konferensi Daerah (Konferda) XIII di Gedung Gereja GPM Maranatha Leksula, Minggu (18/1/2026). Agenda lima tahunan ini menjadi momentum penting bagi pemuda gereja untuk mengevaluasi pelayanan, merumuskan arah gerak organisasi, sekaligus menentukan kepemimpinan AMGPM lima tahun ke depan.

Konferda XIII yang berlangsung selama tiga hari ini diikuti delegasi dari 8 cabang dan 36 ranting AMGPM se-Kabupaten Buru Selatan, serta dihadiri Pengurus Besar AMGPM, pimpinan gereja, unsur pemerintah daerah, tokoh adat, dan jemaat.

Ketua Umum Pengurus Besar AMGPM, Melkianus Sairdekut, dalam sambutan pembukaan menegaskan bahwa Konferda adalah sidang gerejawi, bukan arena kompetisi kekuasaan. Karena itu, seluruh proses harus dijalani dengan semangat persaudaraan dan tuntunan doa.

“Di gereja ini tidak ada persoalan yang tidak bisa diselesaikan. Jangan ada yang merasa menang dan jangan ada yang merasa kalah. Yang menang harus merangkul, yang kalah harus berbesar hati. Semua demi kemuliaan Tuhan dan kemajuan pelayanan AMGPM,” tegasnya.

Sairdekut juga mengungkapkan bahwa hasil Kongres AMGPM Oktober 2025 telah melahirkan kepengurusan Pengurus Besar yang lengkap. Ia menyebutkan dua kader asal Buru Selatan, Dominggus Seleky dan Sami Latbual, dipercaya masuk dalam struktur Pengurus Besar AMGPM sebagai bukti kualitas kader daerah.

Ketua AMGPM Daerah Buru Selatan, Dominggus Seleky, menyampaikan bahwa Konferda XIII memiliki makna strategis dalam perjalanan organisasi. Selain menerima laporan pertanggungjawaban pengurus periode 2020–2025, Konferda juga akan menetapkan garis besar program kerja 2025–2030 serta memilih dan menetapkan pengurus baru.

“Konferda ini bukan sekadar rutinitas organisasi, tetapi ruang refleksi iman dan tanggung jawab pelayanan AMGPM sebagai organisasi kader gereja,” ujarnya.

Dukungan penuh juga disampaikan Pemerintah Kabupaten Buru Selatan melalui sambutan tertulis Bupati La Hamidi yang dibacakan Wakil Bupati Gerson Elieser Selsily. Pemerintah daerah mengapresiasi AMGPM sebagai mitra strategis dalam pembangunan sumber daya manusia, khususnya generasi muda Kristen.

“AMGPM dipanggil untuk menjadi garam dan terang dunia, hadir sebagai agen perdamaian, penjaga persatuan, dan pelopor toleransi di tengah masyarakat yang majemuk,” kata La Hamidi.

Sementara itu, Ketua Klasis GPM Buru Selatan Pdt. Wendel Lesbassa menegaskan bahwa AMGPM adalah laboratorium kader Gereja Protestan Maluku. Menurutnya, hampir seluruh pemimpin gereja lahir dari proses panjang pembinaan di AMGPM, mulai dari ranting hingga pengurus besar.

“Ukuran kebesaran kader bukan jabatan, melainkan kesetiaan. AMGPM harus terus melahirkan kader yang beriman, berkarakter, dan siap melayani gereja serta masyarakat,” tandasnya.

Dengan mengusung tema “Anugerah Allah Melengkapi dan Meneguhkan Gereja Menuju Satu Abad GPM,” Konferda XIII AMGPM Daerah Buru Selatan diharapkan menghasilkan keputusan-keputusan strategis yang membawa berkat, memperkuat persatuan, dan meneguhkan peran pemuda gereja dalam menjawab tantangan zaman.

Untuk diketahui, dalam Konferda ke XIII ini, Bung Erens J. Tasidjawa dan Pdt. Johanis Pattinasarani terpilih sebagai Ketua dan Sekretaris Daerah AMGPM Buru Selatan Periode 2025-2030.

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments