Namlea – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Namlea terus menunjukkan komitmennya dalam mengoptimalkan program pembinaan kemandirian warga binaan, khususnya di sektor pertanian. Salah satu upaya konkret yang dilakukan yakni penyediaan infrastruktur sumur bor guna memenuhi kebutuhan air bersih di lahan pertanian Lapas, Rabu (21/1/2026).
Kepala Lapas Kelas III Namlea, Muhammad M. Marasabessy, menjelaskan bahwa pembangunan sumur bor ini merupakan langkah strategis untuk mendukung keberlangsungan aktivitas pertanian warga binaan yang selama ini terkendala keterbatasan sumber daya air.
“Lahan pertanian Lapas Namlea cukup luas, sehingga keberadaan sumur bor menjadi solusi yang komprehensif agar sistem irigasi dan pengairan pada setiap komoditas tanaman dapat berjalan secara optimal,” ujar Marasabessy.
Ia mengungkapkan, penyediaan sumur bor tersebut merupakan hasil komunikasi dan sinergi yang baik antara Lapas Namlea dengan Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Buru, yang memberikan dukungan penuh terhadap program pembinaan di Lapas melalui bantuan penyediaan air bersih. Dukungan ini dinilai sebagai langkah inovatif yang semakin memperkuat sektor pertanian Lapas Namlea dengan sarana dan prasarana yang memadai.
Lebih lanjut, Marasabessy menjelaskan bahwa sumur bor yang dibangun dengan kedalaman sekitar 8 meter ini akan menyalurkan air ke beberapa titik lahan pertanian, termasuk blok-blok hunian warga binaan serta fasilitas tempat ibadah. Dengan demikian, beban penggunaan pompa air yang selama ini menjadi andalan sistem pengairan Lapas Namlea dapat dikurangi.
“Tekanan air dari sumur bor ini lebih optimal, sehingga sistem penyiraman di lahan pertanian tidak lagi terkendala. Setiap tanaman dapat memperoleh pasokan air yang cukup dan merata,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Subseksi Pembinaan, Mustafa La Abidin, menuturkan bahwa keberadaan sumur bor ini diharapkan mampu meningkatkan frekuensi tanam dan panen dalam satu tahun berjalan.
“Air merupakan sarana penunjang utama dalam kegiatan pertanian. Dengan adanya sumur bor ini, kami lebih optimistis hasil panen ke depan akan meningkat, baik dari segi kualitas maupun kuantitas,” ujar Mustafa.
Penambahan sarana pendukung pertanian tersebut semakin menegaskan komitmen Lapas Namlea dalam memajukan program pembinaan kemandirian warga binaan. Upaya ini sejalan dengan program pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan, sekaligus mendukung penuh program Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia. (LTO)

0 Comments