Namlea – Program pembinaan kemandirian di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Namlea kembali menunjukkan hasil membanggakan. Sayuran buncis hasil budidaya warga binaan kini menjadi pilihan utama para pengepul sayuran lokal di sekitar Lapas. Pada Selasa (27/1), buncis tersebut kembali dipanen untuk memenuhi permintaan pasar.
Ketua Kelompok Tani Lapas Namlea, TW, mengungkapkan bahwa panen kali ini menghasilkan sekitar 20 kilogram buncis yang dipetik sesuai kebutuhan pembeli. Ia menjelaskan, permintaan datang langsung dari penjual sayur lokal yang secara rutin mengambil hasil panen warga binaan.
“Penjual sayur sudah menghubungi kami sebelumnya. Karena jaraknya cukup dekat, hari ini kami lakukan pemetikan dan rencananya sore nanti langsung diambil,” ujar TW.
Kepala Subseksi Pembinaan Lapas Namlea, Mustafa La Abidin, menambahkan bahwa meskipun lokasi Lapas berada jauh dari pusat kota, kualitas hasil pertanian warga binaan tetap mampu bersaing dan diminati berbagai kalangan.
“Alhamdulillah, setiap panen selalu habis terjual. Pembelinya beragam, mulai dari pegawai, masyarakat sekitar, hingga pengepul sayuran. Hasilnya kami manfaatkan untuk modal tanam berikutnya, upah warga binaan, kebutuhan bahan makanan, serta disetorkan sebagai PNBP,” jelas Mustafa.
Saat ini, Lapas Namlea secara konsisten mengembangkan lima jenis tanaman pangan dan hortikultura, di antaranya jagung pulut, buncis, tomat, cabai rawit, sawi, dan kangkung. Seluruh proses budidaya dilakukan langsung oleh warga binaan di bawah pendampingan petugas pembinaan.
Kepala Lapas Namlea, Muhammad M. Marasabessy, menegaskan bahwa pemberdayaan warga binaan melalui sektor pertanian merupakan bagian penting dari pembinaan kemandirian. Menurutnya, program tersebut tidak hanya memberikan manfaat ekonomi berupa premi, tetapi juga membentuk karakter, keterampilan, dan kemandirian warga binaan.
“Pembinaan pertanian ini bukan sekadar aktivitas selama menjalani pidana. Pengalaman dan keterampilan yang mereka peroleh di Lapas akan menjadi bekal berharga ketika kembali ke tengah masyarakat dan menjalani kehidupan yang lebih baik,” tutur Marasabessy.
Keberhasilan panen buncis ini menjadi bukti nyata bahwa pembinaan yang tepat mampu menghasilkan karya produktif sekaligus meningkatkan kepercayaan diri warga binaan menuju masa depan yang lebih mandiri dan bermartabat. (KT/06)

0 Comments