Kalbar - PERTAMINA Patra Niaga Regional Kalimantan memastikan kondisi distribusi dan pelayanan Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah Kalimantan Barat, khususnya Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya, mulai berangsur kondusif. Hal ini seiring dengan berbagai langkah penguatan distribusi yang terus diintensifkan di lapangan.
Sebagai upaya percepatan penanganan, Pertamina Patra Niaga mengoptimalkan sejumlah strategi, di antaranya mengoperasikan Integrated Terminal Pontianak selama 24 jam penuh, menambah suplai hingga mencapai 140 persen dari kondisi normal, serta menambah armada mobil tangki dan meningkatkan frekuensi pengiriman ke SPBU prioritas. Distribusi juga diperkuat melalui pengawalan mobil tangki oleh aparat kepolisian guna memastikan kelancaran dan percepatan penyaluran BBM.
Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan, Edi Mangun, menegaskan bahwa langkah-langkah tersebut dilakukan secara menyeluruh untuk menjaga ketersediaan BBM dan memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap optimal.
“Kami terus menambah suplai BBM dan mendistribusikannya secara maksimal. Saat ini kondisi mulai berangsur kondusif. Namun, apabila dalam waktu singkat kembali terjadi kekosongan dan antrean panjang, hal tersebut dapat menjadi indikasi adanya pola konsumsi yang tidak wajar yang perlu ditangani bersama,” ujar Edi, Senin (23/3/2026).
Selain itu, Pertamina juga melakukan penguatan di sisi hilir dengan mengaktifkan nozzle tambahan di sejumlah SPBU yang sebelumnya belum beroperasi, serta mengoptimalkan sistem pembelian melalui percepatan aktivasi QR Code agar distribusi lebih tepat sasaran. Evaluasi terhadap opsi penyaluran alternatif juga terus dilakukan guna mengurai antrean di lapangan.
Menanggapi informasi terkait adanya SPBU yang sempat tidak beroperasi, Pertamina menegaskan bahwa hal tersebut menjadi perhatian serius. Evaluasi operasional langsung dilakukan, termasuk memastikan ketersediaan stok dan kesiapan layanan. Pengawasan terhadap SPBU juga diperketat agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal.
Secara umum, realisasi penyaluran BBM tercatat tinggi dengan kondisi stok yang aman. Meski demikian, masih terjadi penumpukan antrean di beberapa SPBU akibat dinamika konsumsi yang belum sepenuhnya normal, sehingga BBM yang telah disalurkan dalam jumlah besar dapat habis dalam waktu relatif singkat.
Untuk itu, Pertamina bersama pemerintah daerah dan aparat penegak hukum terus memperkuat koordinasi, termasuk dalam sosialisasi kepada masyarakat serta penindakan terhadap praktik penimbunan dan aktivitas spekulan yang berpotensi mengganggu distribusi. Setiap indikasi pelanggaran akan ditindak tegas sesuai ketentuan yang berlaku.
Memasuki akhir pekan dan libur panjang, Pertamina memastikan pasokan BBM tetap terjaga agar masyarakat dapat beraktivitas, termasuk menjalankan ibadah, dengan tenang. Penyaluran terus dioptimalkan guna menjaga kelancaran layanan di SPBU.
Pertamina pun mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan melakukan pembelian BBM sesuai kebutuhan. Pembelian berlebihan tidak hanya memperpanjang antrean, tetapi juga berpotensi menghambat distribusi bagi masyarakat lainnya. Dukungan dan kerja sama seluruh pihak sangat dibutuhkan agar kondisi di lapangan semakin kondusif. (KT/w)

0 Comments