Namlea – Program pembinaan kemandirian di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Namlea kembali menunjukkan hasil menggembirakan. Melalui budidaya pertanian yang dikelola warga binaan, ratusan kilogram tomat berhasil dipanen dari lahan perkebunan Lapas, Sabtu (14/3/2026).
Pada panen tahap kedua ini, warga binaan berhasil memetik sekitar 100 kilogram tomat yang telah memasuki masa panen. Hasil tersebut menambah capaian panen perdana yang dilakukan sepekan sebelumnya sebanyak 40 kilogram.
Kepala Subseksi Pembinaan Lapas Namlea, Mustafa La Abidin, menjelaskan bahwa tanaman tomat memiliki siklus panen yang berkelanjutan sehingga masih berpotensi menghasilkan panen berikutnya.
“Panen pertama kami memperoleh 40 kilogram tomat, dan hari ini dilanjutkan dengan panen kedua sebanyak 100 kilogram. Tanaman tomat ini bisa dipanen berkali-kali setelah memasuki masa produktifnya,” jelas Mustafa.
Keberhasilan panen ini juga disambut penuh rasa syukur oleh warga binaan yang terlibat langsung dalam pengelolaan kebun. Salah satu warga binaan berinisial TW mengaku bangga karena kerja keras mereka selama ini akhirnya membuahkan hasil.
“Jerih payah kami dalam merawat tanaman tomat akhirnya tidak sia-sia. Kami berharap hasil ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus serius mengikuti program pembinaan,” ujarnya.
Ratusan kilogram tomat hasil panen tersebut selanjutnya dipasarkan di pasar lokal. Hasil penjualannya akan dimanfaatkan sebagai modal usaha pembinaan, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), serta premi atau upah kerja bagi warga binaan yang terlibat dalam kegiatan pertanian.
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas III Namlea, Muhammad M. Marasabessy, berharap program pertanian ini terus dikembangkan sebagai bagian dari pembinaan yang produktif bagi warga binaan.
“Warga binaan di sini tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga diberdayakan melalui berbagai kegiatan positif, salah satunya bertani. Kami berharap mereka dapat menunjukkan kemampuan terbaiknya sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional,” ungkapnya.
Program pertanian di Lapas Namlea sendiri menjadi salah satu langkah strategis dalam membekali warga binaan dengan keterampilan yang bermanfaat ketika kembali ke masyarakat. (LTO)

0 Comments