Namrole – Kepemimpinan Asriyadi Tomia kembali mendapatkan legitimasi kuat. Ia terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Buru Selatan (Bursel) untuk periode 2025–2030 dalam Musyawarah Daerah (Musda) ke-V yang digelar di Gedung Serbaguna Pemda Bursel, Rabu (8/4/2026).
Kemenangan tanpa rival ini bukan sekadar formalitas politik, melainkan cerminan soliditas internal partai berlambang beringin tersebut. Dari awal hingga akhir forum Musda, dinamika berjalan kondusif, menegaskan kepercayaan penuh kader terhadap kepemimpinan Tomia yang dinilai berhasil menjaga stabilitas sekaligus arah perjuangan partai di Bursel.
Usai terpilih, Tomia menegaskan komitmennya untuk mengawal seluruh keputusan strategis yang dihasilkan dalam forum Musda. Ia menyebut, hasil-hasil tersebut bukan hanya dokumen organisasi, tetapi menjadi peta jalan politik Golkar Bursel ke depan.
“Alhamdulillah, seluruh tahapan Musda berjalan lancar. Ini adalah amanah besar yang harus saya jaga, terutama untuk memastikan setiap keputusan dan kebijakan yang lahir dapat diimplementasikan secara nyata,” tegasnya.
Dalam forum tersebut, dua komisi utama menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis. Komisi A menetapkan arah program kerja partai, sementara Komisi B merumuskan rekomendasi internal dan eksternal yang menjadi fokus perjuangan politik Golkar ke depan.
Pada aspek internal, Golkar Bursel menargetkan pemulihan dan penambahan kekuatan politik di berbagai tingkatan, mulai dari DPRD kabupaten, DPRD provinsi, hingga DPR RI. Langkah ini menjadi respons atas hasil kontestasi sebelumnya yang belum maksimal.
Sementara itu, pada aspek eksternal, Golkar Bursel secara tegas menyatakan dukungan penuh terhadap pemerintahan Bupati dan Wakil Bupati Bursel, serta membuka jalan dukungan untuk periode kedua. Seluruh kader dan simpatisan diarahkan untuk mengawal dan menyukseskan program-program pemerintah, baik di dalam maupun di luar parlemen.
Namun, ambisi terbesar Tomia tidak berhenti pada konsolidasi internal. Ia secara terbuka menargetkan kemenangan besar pada Pemilu mendatang dengan capaian hingga 75 persen suara.
“Pengalaman kekalahan sebelumnya menjadi bahan evaluasi. Kami akan memanaskan mesin partai, memperkuat konsolidasi hingga ke akar rumput, dan memastikan kursi-kursi yang sebelumnya kosong dapat direbut kembali,” ujarnya dengan penuh keyakinan.
Menurutnya, energi baru dalam tubuh partai, ditambah semangat kader muda, menjadi modal penting untuk menghadapi pertarungan politik 2029 yang disebutnya akan sangat berbeda dibandingkan periode sebelumnya.
Dengan kembalinya Asriyadi Tomia di pucuk pimpinan, Golkar Bursel kini tidak hanya menjaga eksistensi, tetapi juga bersiap melakukan lompatan besar dan mengukuhkan diri sebagai kekuatan dominan dalam peta politik daerah. (KT/04)

0 Comments