Ticker

7/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Pasang Iklan? Hubungi 085344204480



Golkar Buru Selatan Buka Pintu Lebar, Uji Nyali Kader di Musda V: Tanpa Restu Pusat, 30 Persen Dukungan Jadi Penentu

Namrole - Aroma persaingan mulai terasa di tubuh Partai Golkar Kabupaten Buru Selatan. Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II resmi membuka pendaftaran bakal calon Ketua DPD II periode 2025–2030, menandai dimulainya pertarungan politik internal menjelang Musyawarah Daerah (Musda) V yang dijadwalkan pada 8 April 2026.

Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Sekretaris Steering Committee (SC) Musda V, La Ode Suryanto Kaimudin, di Sekretariat DPD II Golkar, Elfule, Sabtu malam (4/4/2026). Dengan nada tegas, ia memastikan bahwa kontestasi kali ini dibuka tanpa sekat tanpa titipan, tanpa “restu dari atas”.

“Tidak ada instruksi atau arahan dari pimpinan pusat terkait calon tertentu. Semua kader punya peluang yang sama, sepanjang memenuhi syarat,” tegas Suryanto.

Waktu Singkat, Taruhan Besar

Pendaftaran dibuka hanya selama tiga hari, sejak 4 hingga 6 April 2026 pukul 12.00 WIT. Waktu yang sempit ini menjadi ujian awal: siapa yang benar-benar siap bertarung, dan siapa yang hanya sebatas wacana.

Di sisi lain, panitia mengklaim kesiapan Musda sudah mencapai 90 persen. Artinya, ruang manuver kandidat sangat terbatas tidak ada waktu untuk konsolidasi setengah matang.

“Ini bukan soal cepat-cepatan mendaftar, tapi siapa yang sudah siap secara politik dan dukungan,” sindir salah satu sumber internal.

Syarat 30 Persen: Filter atau Alat Kunci?

Syarat paling krusial yang harus ditembus kandidat adalah dukungan minimal 30 persen dari pemegang hak suara. Dukungan itu harus datang dari struktur partai, mulai dari PAC, organisasi sayap, hingga unsur DPD.

Di atas kertas, syarat ini menjadi mekanisme seleksi yang wajar. Namun dalam praktik politik, angka 30 persen sering kali menjadi “pintu sempit” yang hanya bisa dilewati figur dengan jaringan kuat atau justru yang sudah menguasai basis dukungan sejak awal.

“Kalau tidak punya basis nyata, jangan mimpi. Angka 30 persen itu bukan sekadar angka, itu kekuatan politik,” ujar seorang kader senior Golkar yang enggan disebutkan namanya.

Terbuka, Tapi Tidak Mudah

Selain dukungan, kandidat juga harus memenuhi sederet syarat administratif dan politis: pernah menjadi pengurus minimal satu periode, berpendidikan minimal D-3, memiliki rekam jejak yang bersih, hingga telah mengikuti pendidikan kader partai.

Namun, ada satu celah yang menarik: kandidat yang tidak memenuhi syarat tertentu masih bisa maju, asalkan mendapat persetujuan Ketua Umum DPP Partai Golkar. Klausul ini membuka ruang tafsir apakah benar-benar fleksibilitas, atau justru “jalur khusus”?

Minim Kandidat, atau Menunggu Momentum?

Hingga hari pertama pembukaan, belum ada satu pun kandidat yang mendaftar. Kondisi ini memunculkan dua spekulasi: minimnya figur yang siap, atau justru adanya manuver senyap di balik layar.

“Biasanya bukan tidak ada calon, tapi mereka masih hitung-hitungan. Politik itu soal timing,” kata sumber internal lainnya.

Ujian Demokrasi Internal Golkar

Steering Committee berharap Musda kali ini menghadirkan lebih dari satu kandidat agar terjadi kontestasi sehat. Namun, realitas politik sering berkata lain tidak jarang Musda berakhir dengan calon tunggal akibat konsolidasi elite.

Jika itu terjadi, maka narasi “terbuka untuk semua kader” akan kembali diuji.

Musda V Golkar Buru Selatan kini bukan sekadar agenda organisasi, tetapi panggung pembuktian: apakah demokrasi internal benar-benar hidup, atau hanya formalitas dalam bingkai keputusan yang sudah dikunci.

Satu hal pasti dalam hitungan hari ke depan, publik akan melihat siapa yang benar-benar berani maju, dan siapa yang memilih tetap bermain di balik layar. (KT/03) 

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments