Namrole - Peta politik internal Partai Golkar Kabupaten Buru Selatan (Bursel) kian terang benderang. Figur sentral yang selama ini menjadi motor penggerak partai, Asriyadi Tomia, resmi mengembalikan berkas pencalonan sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Bursel periode 2025–2030.
Langkah ini bukan sekadar formalitas, melainkan penegasan dominasi politik yang nyaris tanpa celah. Hingga batas akhir pengembalian berkas pada Senin, 6 April 2026 pukul 24.00 WIT, hanya Asriyadi Tomia yang mengembalikan formulir. Artinya, ia dipastikan menjadi calon tunggal dengan peluang sangat besar untuk kembali terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Daerah (Musda) mendatang.
Situasi ini bukan terjadi secara kebetulan. Di balik itu, ada rekam jejak kepemimpinan yang kuat, terukur, dan terbukti mampu mengangkat marwah Partai Golkar di Bursel.
Kepemimpinan Kuat, Golkar Bangkit dan Terkonsolidasi
Di bawah komando Asriyadi Tomia pada periode sebelumnya, Partai Golkar Bursel menjelma menjadi kekuatan politik yang lebih solid, disiplin, dan terorganisir hingga ke akar rumput. Ia dikenal sebagai pemimpin yang tidak hanya piawai dalam strategi politik, tetapi juga mampu merangkul seluruh elemen partai dari struktur DPD hingga organisasi sayap.
Konsolidasi internal yang dulunya kerap menghadapi dinamika, berhasil ia satukan dalam satu barisan yang kokoh. Komunikasi politik yang dibangun pun terarah dan efektif, menjadikan Golkar lebih responsif terhadap isu-isu masyarakat.
Tak hanya itu, gaya kepemimpinan Tomia yang tegas namun inklusif telah melahirkan loyalitas kader yang kuat. Ia tidak sekadar memimpin, tetapi juga membina dan membesarkan kader, sehingga struktur partai hidup dan bergerak secara aktif.
Tak heran, gelombang dukungan yang mengalir saat ini merupakan cerminan nyata dari kepercayaan penuh kader terhadap kepemimpinannya.
Dukungan Mayoritas, Jalan Aklamasi Terbuka Lebar
Ketua Tim Pemenangan, Ridwan Marasabessy, mengungkapkan bahwa syarat pencalonan telah terpenuhi bahkan melampaui batas minimal.
“Dari total 11 suara sah, minimal enam dukungan sudah kami kantongi. Empat dari kecamatan, satu dari DPD II, dan satu dari unsur sayap. Ini sudah lebih dari cukup,” tegasnya.
Dukungan tersebut berasal dari kecamatan Leksula, Namrole, Waesama, dan Kepala Madan, serta unsur organisasi sayap seperti SOKSI, MKGR, AMPI, dan Al Hidayah.
Meski dua kecamatan lainnya yakni Fena Fafan dan Ambalau belum menyatakan sikap, optimisme tetap tinggi.
“Saya sangat optimistis, bahkan 1000 persen yakin, Asriyadi Tomia akan kembali memimpin Golkar Bursel,” ujar Marasabessy dengan penuh keyakinan.
Ia bahkan menyebut total dukungan telah menembus lebih dari 70 persen, jauh di atas ambang batas pencalonan sebesar 30 persen. Kondisi ini praktis menutup ruang bagi kandidat lain untuk muncul.
“Secara matematis dan politik, peluang calon lain hampir tidak ada,” tandasnya.
Figur Visioner, Targetkan Dominasi Parlemen
Kepemimpinan Asriyadi Tomia tidak hanya berhenti pada konsolidasi internal. Ia juga dikenal memiliki visi besar dalam memperkuat posisi Golkar di kancah politik daerah.
Di bawah arahannya, Golkar Bursel diproyeksikan tidak sekadar menjadi partai peserta, tetapi menjadi kekuatan dominan di parlemen.
“Kami menargetkan Golkar ke depan bisa menguasai DPRD Kabupaten Buru Selatan, bahkan merebut kursi Ketua DPRD,” ungkap Marasabessy.
Target ambisius ini dinilai realistis, mengingat fondasi organisasi yang telah dibangun Tomia selama ini terbilang kuat dan merata.
Panitia Pastikan Proses Berjalan Sesuai Aturan
Ketua Tim Penjaringan, Mus Mahulauw, menjelaskan bahwa proses pendaftaran telah dibuka sejak 4 hingga 6 April 2026, dan hanya satu kandidat yang mendaftar serta mengembalikan berkas.
“Hingga penutupan, hanya Asriyadi Tomia yang mengembalikan berkas, dan seluruh persyaratan telah dipenuhi sesuai prosedur,” jelasnya.
Ia menambahkan, dengan konfigurasi dukungan yang ada, Musda hampir pasti akan berlangsung secara aklamasi.
“Melihat dukungan yang sudah terkonsolidasi, kemungkinan besar penetapan akan dilakukan secara aklamasi,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Panitia Pencalonan, La Ode Suryanto, menyampaikan bahwa tahapan berikutnya adalah verifikasi faktual dokumen.
“Pada 7 April, panitia akan menggelar pleno untuk menetapkan hasil verifikasi berkas,” katanya.
Aklamasi Tinggal Menunggu Waktu
Dengan kekuatan dukungan mayoritas, soliditas kader, serta rekam jejak kepemimpinan yang terbukti membawa stabilitas dan kemajuan, langkah Asriyadi Tomia menuju kursi Ketua DPD II Partai Golkar Bursel periode 2025–2030 nyaris tanpa hambatan.
Lebih dari sekadar calon tunggal, Tomia kini tampil sebagai simbol kesinambungan kepemimpinan yang kuat, figur yang tidak hanya menjaga soliditas, tetapi juga membawa Partai Golkar Bursel melangkah pasti menuju dominasi politik di masa depan. (KT/03)

0 Comments