Ticker

7/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Pasang Iklan? Hubungi 085344204480

Fernando Emas: Kunjungan Kerja Gibran Wujud Pelaksanaan Mandat Konstitusi dan Perkuat Program Prabowo

JAKARTA – Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas, menilai intensitas kunjungan kerja Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke berbagai daerah merupakan bagian dari pelaksanaan mandat konstitusi dan strategi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam mempercepat implementasi program prioritas nasional.

Menurut Fernando, dalam waktu kurang dari dua tahun sejak dilantik, Gibran telah mengunjungi lebih dari 100 titik di lebih dari 30 provinsi di Indonesia. Ia menegaskan, kunjungan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bentuk kehadiran negara di tengah masyarakat.

"Dalam sistem ketatanegaraan Indonesia, Presiden dan Wakil Presiden dipilih sebagai satu kesatuan kepemimpinan. Karena itu, seluruh aktivitas Wakil Presiden merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pelaksanaan pemerintahan Presiden," kata Fernando, Selasa (4/8/2026).

Ia menilai tidak tepat apabila aktivitas Gibran dipersepsikan sebagai agenda politik yang berdiri sendiri atau dikaitkan dengan kepentingan di luar pemerintahan. Menurutnya, pola kerja Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran justru menunjukkan pembagian peran yang saling melengkapi.

Fernando menjelaskan, Presiden berfokus pada pengendalian pemerintahan, diplomasi, dan kebijakan nasional, sementara Wakil Presiden memperkuat implementasi program di lapangan, memastikan pelayanan publik berjalan efektif, sekaligus menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.

"Model pembagian peran seperti ini sejalan dengan semangat konstitusi dan menjadi praktik pemerintahan yang efektif dalam mempercepat pelaksanaan program prioritas nasional," ujarnya.

Ia juga menyoroti pendekatan Gibran yang dinilai dekat dengan masyarakat melalui kunjungan kepada pelaku usaha, petani, nelayan, generasi muda, hingga tokoh agama dan ulama. Menurut Fernando, pertemuan dengan ulama, termasuk Habib Luthfi bin Yahya, menunjukkan komitmen pemerintahan Prabowo-Gibran dalam memperkuat persatuan bangsa serta membangun fondasi moral dan sosial bagi pembangunan nasional.

Fernando mengingatkan agar berbagai pihak tidak membangun narasi yang mempertentangkan Presiden Prabowo dengan Wakil Presiden Gibran. Ia menegaskan, penugasan Wakil Presiden melakukan kunjungan ke daerah merupakan mekanisme pemerintahan yang lazim dan berada dalam koridor konstitusi.

Ia juga menilai mengaitkan aktivitas Gibran dengan kontestasi politik 2029 justru mengaburkan substansi utama, yakni upaya pemerintah memenuhi janji kepada masyarakat.

"Semakin luas jangkauan kunjungan Wakil Presiden, semakin besar pula peluang pemerintah memperoleh informasi faktual mengenai persoalan masyarakat sebagai bahan penyempurnaan kebijakan nasional," jelasnya.

Menurut Fernando, seluruh kunjungan tersebut merupakan bagian dari percepatan implementasi visi pemerintahan Prabowo-Gibran melalui Asta Cita. Ia menambahkan, keberhasilan pelaksanaan program di daerah merupakan keberhasilan Presiden dan Wakil Presiden sebagai satu kesatuan kepemimpinan nasional.

Fernando juga menilai kapasitas Gibran sebagai Wakil Presiden semakin terlihat melalui intensitas kerja dan kehadirannya di tengah masyarakat.

"Oleh karena itu, kunjungan kerja Wakil Presiden ke berbagai daerah perlu terus dilanjutkan dan diperluas agar pelaksanaan program prioritas semakin cepat, pelayanan publik meningkat, dan manfaat kebijakan benar-benar dirasakan masyarakat," tegasnya.

Ia menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa seluruh capaian dari aktivitas Wakil Presiden merupakan bagian dari legacy Pemerintahan Prabowo-Gibran dalam mewujudkan Indonesia Maju melalui pelaksanaan Asta Cita. (W) 

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments