Namlea – Menyikapi dinamika gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib) yang terjadi di lingkungan pemasyarakatan dalam beberapa hari terakhir, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Namlea bergerak cepat meningkatkan kewaspadaan.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah meningkatkan frekuensi penggeledahan melalui razia insidentil di blok hunian warga binaan, Rabu (26/8/2026).
Kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya preventif untuk menekan potensi gangguan kamtib sekaligus mensterilkan blok hunian dari barang-barang terlarang dan berbahaya, termasuk narkoba dan telepon genggam (HP).
Kepala Subseksi Keamanan dan Ketertiban Lapas Kelas III Namlea, Heriyanto, mengatakan penggeledahan merupakan bagian dari strategi deteksi dini untuk mencegah terjadinya gangguan keamanan di dalam Lapas.
“Selain memeriksa blok dan kamar hunian warga binaan, razia ini juga berfungsi untuk mengetahui secara langsung kondisi warga binaan di tempat huniannya, baik kondisi kamar maupun fasilitas-fasilitas pengamanan lainnya di dalam blok yang harus kami pastikan dalam keadaan baik dan layak,” ujar Heriyanto.
Dalam pelaksanaan razia, petugas melakukan penggeledahan pada blok hunian wanita. Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan sejumlah barang yang berpotensi mengganggu keamanan, di antaranya gunting, pisau, paku, peniti, sendok dan garpu, cermin, serta fitting lampu.
Temuan tersebut langsung diamankan petugas sebagai bagian dari langkah pencegahan terhadap potensi penyalahgunaan barang-barang yang dapat membahayakan keamanan dan ketertiban di dalam Lapas.
Sebelumnya, dalam apel pagi, Kepala Lapas Kelas III Namlea, Muhammad M. Marasabessy, telah mengingatkan seluruh jajaran pengamanan agar meningkatkan kewaspadaan dan kepekaan dalam menjalankan tugas.
Ia menekankan bahwa petugas harus mampu membaca setiap perkembangan situasi serta tidak menganggap remeh potensi gangguan keamanan, termasuk penyelundupan barang terlarang maupun upaya pelarian warga binaan.
“Jangan lengah terhadap situasi apa pun. Tingkatkan kewaspadaan dan kepekaan dalam bertugas. Jangan sampai hal-hal yang tidak diinginkan terjadi di UPT kita. Ingat, hari sial tidak ada yang tahu kapan terjadi, sehingga setiap saat harus kita tanamkan betul-betul sikap waspada,” tegas Kalapas.
Peningkatan penggeledahan secara insidentil ini menjadi bagian dari komitmen Lapas Kelas III Namlea dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban, sekaligus memastikan lingkungan pemasyarakatan tetap aman, tertib, dan kondusif. (LO)

0 Comments