Buktinya, Pemerintah Kabupaten Buru Selatan telah memberikan bantuan beasiswa kepada 731 mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan tinggi di berbagai jenjang.
Komitmen tersebut kembali ditegaskan Bupati La Hamidi saat melepas mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Pattimura (Unpatti) Tahun 2026 di Aula Kantor Bupati Buru Selatan, Selasa (15/9/2026).
Di hadapan mahasiswa, jajaran pemerintah daerah dan pimpinan FKIP Unpatti, La Hamidi menyampaikan bahwa perhatian terhadap pendidikan merupakan bagian penting dari strategi Pemkab Buru Selatan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
"Kesempatan baik ini perlu saya sampaikan bahwa pemerintah daerah telah memberikan bantuan beasiswa sebanyak 731 orang," kata La Hamidi.
Bantuan tersebut terdiri atas 700 mahasiswa program S1, 20 mahasiswa S2, 5 dokter spesialis dan 4 dokter umum. Para penerima beasiswa tersebar di Universitas Pattimura dan Universitas Terbuka.
Angka tersebut bukan sekadar data administratif. Bagi Pemkab Buru Selatan, beasiswa menjadi bentuk intervensi nyata pemerintah dalam membuka akses pendidikan sekaligus menyiapkan generasi yang kelak diharapkan kembali memberi kontribusi bagi daerah.
La Hamidi menegaskan, pendidikan harus ditempatkan sebagai salah satu fondasi utama pembangunan.
"Pendidikan merupakan salah satu fondasi utama dalam membangun daerah. Pembangunan akan berjalan dengan baik apabila dibarengi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia," tegasnya.
Dalam konteks itulah, kerja sama Pemkab Buru Selatan dengan perguruan tinggi dinilai memiliki arti strategis. Kehadiran mahasiswa KKN dan PPL tidak semata-mata menjalankan kewajiban akademik, tetapi menjadi ruang perjumpaan antara ilmu pengetahuan dengan realitas kehidupan masyarakat.
La Hamidi mengatakan, mahasiswa akan berhadapan langsung dengan dinamika sosial, karakter masyarakat, kebutuhan peserta didik, adat dan budaya lokal hingga berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat di tingkat desa.
"Kehadiran saudara-saudari mahasiswa sekalian bukan hanya sebagai bagian dari kewajiban akademik, tetapi juga merupakan kesempatan untuk belajar dari masyarakat, mengenal kehidupan sosial secara langsung, serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah," ujarnya.
Khusus mahasiswa FKIP yang menjalani PPL, La Hamidi berharap pengalaman di lapangan mampu membentuk calon tenaga pendidik yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki integritas, kepedulian dan kemampuan memahami peserta didik.
Ia berharap pengalaman tersebut menjadi bekal bagi mahasiswa untuk tumbuh sebagai guru yang profesional, humanis dan memiliki tanggung jawab terhadap masa depan generasi muda.
"Pengalaman ini dapat menjadi bekal yang berharga untuk membentuk saudara-saudari menjadi guru dan tenaga pendidik yang profesional, berintegritas, humanis serta memiliki kepedulian terhadap masa depan generasi muda," katanya.
Kepada seluruh mahasiswa KKN dan PPL, Bupati berpesan agar kesempatan berada di Buru Selatan dimanfaatkan untuk melahirkan gagasan dan inovasi yang memberi manfaat langsung kepada masyarakat.
Ia juga mengingatkan mahasiswa untuk menjaga kesehatan, kekompakan serta nama baik almamater selama berada di lokasi pengabdian.
"Manfaatkan waktu selama berada di Buru Selatan untuk terus berinovasi dengan semangat Lolik Lalen Fedak Fena, satukan hati membangun negeri," pesan La Hamidi.
Sementara kepada kepala desa, kepala sekolah, guru, tokoh masyarakat, pemuda dan seluruh warga yang menjadi lokasi KKN dan PPL, Pemkab Buru Selatan menyampaikan apresiasi atas penerimaan dan dukungan terhadap para mahasiswa.
Menurut La Hamidi, kolaborasi pemerintah daerah dengan perguruan tinggi harus terus diperkuat. Sebab, pembangunan daerah membutuhkan sinergi antara pemerintah, dunia pendidikan dan masyarakat.
"Saya percaya pengalaman yang saudara dapatkan selama melaksanakan KKN dan PPL di Buru Selatan menjadi cerita dan pembelajaran berharga yang akan saudara bawa kembali ke kampus, bahkan menjadi bekal dalam perjalanan karier saudara di masa depan," ujarnya.
Pelepasan mahasiswa KKN dan PPL FKIP Unpatti ini pun menjadi momentum untuk mempertegas arah kebijakan Pemkab Buru Selatan: membangun daerah bukan hanya dengan menghadirkan infrastruktur, tetapi juga dengan menyiapkan manusia yang akan mengelola dan melanjutkan pembangunan tersebut.
Dengan 731 mahasiswa yang mendapat dukungan beasiswa, LHM-GES menempatkan pendidikan sebagai salah satu jalur penting untuk melahirkan sumber daya manusia Buru Selatan yang lebih berkualitas, mandiri dan siap mengambil bagian dalam pembangunan daerah. (KT/04)

0 Comments