Ticker

7/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Pasang Iklan? Hubungi 085344204480

Dinas Perpustakaan Buru Selatan Dorong Generasi Literat, Lomba Literasi 2026 Jadi Ruang Kreativitas dan Prestasi

NAMROLE – Komitmen membangun sumber daya manusia yang cerdas, kreatif, dan berdaya saing terus diperkuat Pemerintah Kabupaten Buru Selatan melalui Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah. Salah satu langkah nyata tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Lomba Literasi Daerah Tahun 2026, sebuah kegiatan yang tidak sekadar menghadirkan kompetisi, tetapi juga membuka ruang bagi tumbuhnya budaya membaca, keberanian berekspresi, serta pengembangan potensi generasi muda.

Mengusung tema “Bersatu Melangkah, Berinovasi Mewujudkan Buru Selatan yang Maju, Sejahtera, dan Humanis”, kegiatan tersebut resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Buru Selatan, Prof. Dr. Ali Awan, M.Si., yang mewakili Bupati Buru Selatan, La Hamidi, Senin (26/10/2026).

Pembukaan berlangsung di Gedung Layanan Perpustakaan Daerah Kabupaten Buru Selatan. Momentum ini sekaligus menegaskan pentingnya keberadaan perpustakaan sebagai ruang publik yang tidak hanya menyediakan bahan bacaan, tetapi juga menjadi pusat informasi, pendidikan, pengembangan pengetahuan, dan kreativitas masyarakat.

Langkah yang digagas melalui Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah ini patut mendapat apresiasi. Di tengah tantangan perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi, penguatan literasi menjadi kebutuhan mendasar untuk membentuk masyarakat yang mampu berpikir kritis, menyaring informasi, mengembangkan gagasan, serta mengambil keputusan secara bijaksana.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Bunda PAUD Kabupaten Buru Selatan, Wa Uma Hamid, sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala sekolah, guru, tenaga pendidik, peserta lomba, serta tamu undangan lainnya.

Literasi Bukan Sekadar Membaca, tetapi Membangun Masa Depan

Dalam sambutan Bupati Buru Selatan, La Hamidi, yang dibacakan Sekda Prof. Ali Awan, pemerintah daerah menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya Lomba Literasi Daerah Tahun 2026.

Pemerintah daerah juga mengajak sekolah, guru, orang tua, komunitas literasi, dan seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memperkuat gerakan literasi agar tumbuh menjadi budaya yang berkelanjutan di Kabupaten Buru Selatan.

Pesan tersebut menempatkan literasi sebagai bagian penting dari pembangunan manusia. Sebab, kemajuan suatu daerah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik dan infrastruktur, tetapi juga oleh kualitas pengetahuan, pola pikir, kreativitas, serta kemampuan masyarakatnya dalam menghadapi perubahan zaman.

Dalam konteks inilah, peran Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah menjadi penting. Melalui kegiatan yang melibatkan pelajar dan masyarakat, perpustakaan didorong untuk semakin dekat dengan kehidupan publik, sekaligus menghadirkan ruang pembelajaran yang lebih terbuka, menarik, dan produktif.

Bupati menegaskan bahwa literasi memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang berpengetahuan luas, kreatif, berani menyampaikan gagasan, serta memiliki kepercayaan diri untuk menghadapi tantangan masa depan.

Karena itu, lomba literasi tidak semata-mata dimaknai sebagai ajang mengejar kemenangan, melainkan sebagai sarana pembelajaran, pembentukan karakter, dan pengembangan kemampuan peserta.

Kepada seluruh peserta, Bupati berpesan agar mengikuti perlombaan dengan penuh semangat, menjunjung tinggi sportivitas, dan menjadikan setiap tahapan kegiatan sebagai kesempatan untuk belajar serta meningkatkan kemampuan diri.

“Kemenangan bukanlah satu-satunya tujuan. Proses belajar, keberanian mencoba, kreativitas, kedisiplinan, dan semangat untuk terus memperbaiki diri merupakan nilai-nilai penting yang harus kita bangun bersama,” demikian pesan Bupati dalam sambutan tertulisnya.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa setiap peserta memiliki kesempatan untuk berkembang. Mereka yang meraih juara diharapkan menjadikan prestasi sebagai motivasi untuk terus maju, sedangkan peserta yang belum berhasil diharapkan tidak berkecil hati dan tetap menjadikan pengalaman lomba sebagai bekal untuk meraih keberhasilan berikutnya.

140 Peserta dari 47 Sekolah dan Enam Konten Kreator

Ketua Panitia Lomba Literasi Daerah Tahun 2026, Dominggus R. Diaz, S.Sos., dalam laporannya menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Buru Selatan melalui Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah untuk meningkatkan minat baca, mengembangkan kemampuan literasi, serta mengoptimalkan fungsi perpustakaan sebagai pusat pembelajaran sepanjang hayat.

Menurutnya, penyelenggaraan lomba ini memiliki sejumlah tujuan, antara lain menumbuhkan budaya membaca di kalangan pelajar dan masyarakat, mengembangkan kreativitas dan kemampuan berpikir kritis, serta menyediakan ruang bagi peserta didik dan masyarakat untuk menunjukkan bakat dan prestasi di bidang literasi.

Kegiatan ini juga diharapkan mampu memperkuat keterlibatan sekolah, guru, pustakawan, komunitas literasi, dan berbagai pemangku kepentingan dalam membangun ekosistem literasi yang berkelanjutan.

Antusiasme peserta menjadi salah satu gambaran penting dari pelaksanaan kegiatan tersebut. Berdasarkan laporan panitia, Lomba Literasi Daerah Tahun 2026 diikuti 140 peserta dari 47 sekolah dan enam konten kreator, yang terbagi dalam tiga mata lomba dan enam kategori.

Adapun jenis perlombaan yang diselenggarakan meliputi lomba mewarnai bagi anak usia PAUD/TK, lomba pidato untuk tingkat SD, SMP, dan SMA, serta lomba konten kreator untuk kategori umum.

Ragam perlombaan tersebut memberikan ruang bagi peserta dengan usia dan kemampuan berbeda untuk mengembangkan potensi masing-masing. Anak-anak dapat mengekspresikan kreativitas melalui kegiatan mewarnai, pelajar mengasah kemampuan berkomunikasi melalui pidato, sementara peserta kategori umum memperoleh ruang untuk menunjukkan kreativitas melalui konten digital.

Keterlibatan siswa-siswi dari berbagai satuan pendidikan di wilayah Kecamatan Namrole, mulai dari tingkat PAUD/TK hingga SMA, juga menjadi bagian dari upaya menanamkan budaya literasi sejak usia dini.

Bagi Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk memperluas pengenalan literasi kepada masyarakat melalui pendekatan yang edukatif dan kreatif. Literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup kemampuan memahami informasi, menyampaikan gagasan, serta memanfaatkan pengetahuan secara positif.

Panitia berharap kegiatan ini dapat melahirkan generasi muda yang gemar membaca, memiliki wawasan luas, mampu mengembangkan ide dan gagasan, serta menjadikan pengetahuan sebagai modal penting dalam membangun masa depan yang lebih baik.

Gedung Perpustakaan Didorong Menjadi Pusat Belajar dan Kreativitas

Di samping perlombaan, pemanfaatan Gedung Layanan Perpustakaan Daerah Kabupaten Buru Selatan menjadi bagian penting dari penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Keberadaan gedung ini diharapkan tidak hanya dipahami sebagai fasilitas penyimpanan dan peminjaman buku, tetapi juga sebagai ruang belajar bersama, tempat bertukar gagasan, pusat kreativitas, serta ruang tumbuh bagi generasi muda.

Perpustakaan yang dimanfaatkan secara optimal dapat menjadi salah satu pintu bagi masyarakat untuk memperoleh pengetahuan, memperluas wawasan, dan meningkatkan kemampuan diri. Dengan demikian, fasilitas yang tersedia dapat memberikan manfaat lebih luas bagi dunia pendidikan dan pembangunan kualitas sumber daya manusia.

Harapan tersebut membutuhkan dukungan bersama. Pemerintah daerah, satuan pendidikan, keluarga, komunitas, dunia usaha, dan masyarakat memiliki peran dalam membangun kebiasaan membaca, menjaga fasilitas perpustakaan, serta mendorong pemanfaatannya secara berkelanjutan.

Upaya Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah melalui Lomba Literasi Daerah Tahun 2026 menjadi langkah positif untuk mempertemukan berbagai unsur tersebut dalam satu gerakan bersama. Perpustakaan tidak hanya menjadi tempat mencari buku, tetapi juga diharapkan berkembang sebagai ruang yang hidup, tempat ide tumbuh, kreativitas diasah, dan pengetahuan dibagikan.

Dalam laporannya, Diaz turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Buru Selatan, Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah beserta seluruh jajaran, panitia pelaksana, PT Intan Pariwara, serta semua pihak yang telah memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Lomba Literasi Daerah Tahun 2026 dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai 26 hingga 28 Oktober 2026, bertempat di Gedung Layanan Perpustakaan Daerah Kabupaten Buru Selatan.

Membangun Buru Selatan Melalui Budaya Literasi

Penyelenggaraan Lomba Literasi Daerah Tahun 2026 menunjukkan bahwa pembangunan sumber daya manusia dapat dimulai melalui langkah-langkah edukatif yang melibatkan sekolah, keluarga, pemerintah, dan masyarakat.

Apresiasi terhadap inisiatif Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah patut diberikan, terutama karena kegiatan ini membuka ruang bagi generasi muda untuk belajar, berkreasi, membangun kepercayaan diri, dan menunjukkan kemampuan mereka.

Namun, nilai terpenting dari gerakan literasi terletak pada keberlanjutannya. Semangat membaca, menulis, berpikir kritis, dan berkarya perlu terus dipelihara, sehingga manfaat kegiatan tidak berhenti ketika perlombaan berakhir.

Dengan dukungan seluruh elemen masyarakat, gerakan literasi diharapkan semakin mengakar dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Buru Selatan.

Pada akhirnya, daerah yang maju bukan hanya daerah yang memiliki fasilitas memadai, melainkan juga daerah yang masyarakatnya terus belajar, terbuka terhadap pengetahuan, mampu berinovasi, dan memiliki semangat untuk berkembang bersama.

Melalui penguatan budaya literasi, Buru Selatan memiliki ruang untuk menyiapkan generasi yang lebih cerdas, kreatif, berdaya saing, dan berbudaya, sejalan dengan cita-cita mewujudkan Buru Selatan yang maju, sejahtera, dan humanis.

(KT/04) 

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments