Ticker

7/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Pasang Iklan? Hubungi 085344204480

Jelang Nataru 2026/2027, Dishub Bursel Siapkan KM Ajul Safikram 02 dan Upayakan Penambahan Armada Kapal

NAMROLE – Mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat menjelang perayaan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru), Pemerintah Kabupaten Buru Selatan mulai mematangkan kesiapan transportasi laut. Selain mengupayakan penambahan armada kapal, pemerintah daerah juga menyiapkan pengoperasian kapal transportasi lokal untuk memperkuat konektivitas antarkecamatan hingga desa-desa pesisir.

Langkah tersebut dilakukan guna memastikan kebutuhan transportasi masyarakat dapat terpenuhi, terutama bagi warga yang selama ini bergantung pada jalur laut sebagai sarana utama mobilitas dan aktivitas ekonomi.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Buru Selatan, Ridwan Nyio, mengatakan bahwa kesiapan transportasi laut menjadi salah satu perhatian serius pemerintah daerah dalam menghadapi momentum hari besar keagamaan dan pergantian tahun.

Menurutnya, pemerintah daerah terus berupaya menghadirkan layanan transportasi laut yang aman, nyaman, dan mampu menjangkau kebutuhan masyarakat, termasuk warga yang bermukim di wilayah pesisir dan pulau-pulau.

"Pada prinsipnya, Pemerintah Daerah melalui Dinas Perhubungan Buru Selatan tetap berupaya menyiapkan moda transportasi laut yang baik dan nyaman bagi masyarakat, termasuk menjelang Natal 2026 dan Tahun Baru 2027," ujar Ridwan.

Ia menjelaskan, untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan transportasi selama periode Nataru, Dishub Buru Selatan secara rutin membangun koordinasi dengan Dinas Perhubungan Provinsi Maluku guna mengupayakan penambahan armada kapal yang melayani wilayah Buru Selatan.

Namun, upaya pemerintah daerah tidak hanya berfokus pada penambahan armada. Penguatan transportasi lokal juga menjadi strategi penting untuk membuka aksesibilitas masyarakat, khususnya di kecamatan dan desa-desa pesisir yang masih membutuhkan dukungan layanan transportasi laut.

Salah satu langkah konkret yang tengah disiapkan adalah pengoperasian KM Ajul Safikram 02, yang direncanakan melayani rute antarkecamatan serta desa-desa pesisir di wilayah Kabupaten Buru Selatan.

Kehadiran kapal tersebut diharapkan mampu memperluas jangkauan pelayanan transportasi laut, mempermudah mobilitas masyarakat, serta mendukung kelancaran distribusi barang dan aktivitas perekonomian warga pesisir.

KM Ajul Safikram 02 dijadwalkan diluncurkan pada 12 November 2026, bertepatan dengan agenda peresmian Jembatan Biloro di Kecamatan Kepala Madan.

Di samping penguatan armada, Dishub Buru Selatan juga memberikan perhatian serius terhadap aspek keselamatan pelayaran, terutama bagi masyarakat yang menggunakan jasa transportasi longboat.

Ridwan mengungkapkan, pihaknya telah melakukan koordinasi dan memberikan imbauan kepada para pemilik longboat agar lebih memperhatikan standar keselamatan pelayaran, termasuk tidak mengabaikan kapasitas angkut penumpang saat melakukan perjalanan laut.

Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap keselamatan transportasi laut, Dishub Buru Selatan telah menyalurkan jaket pelampung atau life jacket kepada 15 pemilik longboat.

Program tersebut akan terus dikembangkan. Ke depan, penyediaan perlengkapan keselamatan, khususnya life jacket, menjadi salah satu program prioritas Dishub Buru Selatan. Langkah ini juga akan diikuti dengan penertiban dan pengawasan terhadap kapasitas angkutan laut.

Tidak hanya itu, Dishub Buru Selatan berencana menjalin kerja sama dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Ambon untuk melakukan pengukuran terhadap longboat. Pengukuran tersebut diperlukan guna menentukan standar tonase dan kapasitas angkut masing-masing armada.

"Langkah ini dilakukan agar beban angkutan muat yang sering menjadi penyebab kecelakaan laut dapat diminimalisir. Setelah dilakukan pengukuran, pengawasan terhadap penumpang akan dilakukan lebih ketat," tegas Ridwan.

Dengan berbagai persiapan tersebut, Pemerintah Kabupaten Buru Selatan berharap pelayanan transportasi laut selama Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 dapat berjalan lebih optimal, tidak hanya dari sisi ketersediaan armada, tetapi juga dari aspek keamanan dan keselamatan penumpang.

Bagi masyarakat Buru Selatan yang sebagian besar wilayahnya memiliki ketergantungan tinggi terhadap transportasi laut, ketersediaan armada yang memadai, konektivitas antarpulau dan pesisir, serta penerapan standar keselamatan pelayaran merupakan kebutuhan mendasar.

Karena itu, kesiapan menghadapi Nataru diharapkan tidak sekadar menjadi agenda tahunan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat pelayanan transportasi laut yang lebih tertib, aman, dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Buru Selatan.

(KT/06) 

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments