Ticker

7/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Pasang Iklan? Hubungi 085344204480



Kapus Lelang Diduga Gelapkan Tunjangan Dana BOK dan BPJS Pegawai Selama 10 Bulan

Ambon, KompasTimur.com
Kepala Puskesmas Lelang Kecamatan Mdona Hiyera Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) Jakobus Mose di duga menggelapkan Tunjangan Bantuan Operasioanl Kesehata (BOK) dan  Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) pegawai selama Sepuluh Bulan dalam Anggaran Tahun 2016, karena sampai dengan saat ini tidak ada kejelasan soal tunjangan tersebut.

Sekretaris Bidang Organisasi Gerakan Mahasiswa Maluku Barat Daya (GEMA-MBD) Ambon Herman Hayer Kepada Kompas Timur di Ambon, Senin (17/1/17) mengatakan, berdasarkan laporan yang diterima dari pegawai Puskesmas Lelang, bahwa terkait dengan Tunjangan Dana BOK dan BPJS mereka baru menerima selama dua bulan dan nantinya dibayar sisa tunjangan, namun sampai dengan saat ini belum ada kejelasan terkait tunjangan itu, sehingga pihaknya menduga tunjangan tersebut sudah digelapkan oleh Kapus tersebut
.
‘’Berdasarkan Laporan yang saya terima dari pegawai Puskesmas Lelang bahwa, terkait dengan tunjangan dana BOK dan BPJS kepada mereka baruh dibayar dua bulan, dan sampai dengan saat ini mereka tinggal menunggu kapan membayar tunjangan untuk sepuluh bulan di Tahun 2016, ini tidak  ada informasi, maupun  penjelasan terakait dengan tunjangan yang ada, karena ini sudah masuk tahun 2017, yang kita takutkan adalah jangan sampai tunjangan tersebut sudah di digelapkan oleh Kepala Puskesmas’’. Tutur Hayer

Lanjut Hayer, terkait dengan tunjangan tersebut seluruh pegawai Puskesmas yang ada di Maluku Barat Daya (MBD) sudah menerima tunjangan mereka pada akhir Tahun 2016 lalu, yang tersisah adalah Puskesmas Lelang, hal ini kemudian salalu dipertanyakan pegawai yang ada pada Puskesmas tersebut. Menurutnya ini sudah masuk Tahun 2017 dan mesti dituntaskan masuk tahun 2017, apalagi ini soal transparansi keuangan, ini sangat berbahaya kalau hal tersebut terus dibiarkan.

‘’Tunjangan Dana BOK dan BPJS sudah di terima oleh pegawai-pegawain Puskesmas lain yang ada di Kabupaten MBD pada akhir Tahun2016, yang belum dibayar hanya Puskesmas Lelang. Sehingga pegawai selalu menanyakan soal hal ini, kenapa sampai dengan saat ini mereka tidak menerima tunjangan itu. Ini sudah tahun 2017 dan mesti persoalan tahun 2016 harus diselesaikan, khususnya soal keuangan, ini tidak boleh dibiarkan karena sangat berbahaya’’. tandasnya.

Dengan demikian Karey menegaskan kalau tidak ada kejelasan soal tunjangan tersebut, maka pihaknya akan melaporkannnya ke dinas terkait untuk diproses lebih lanjut, baginya apa yang menjadi kewajiban pegawai harus diberikan bukan dipermainkan. Karena pegawai puskesmas merupakan pelayan kesehatan bagi masyarakat, jangan kemudian semangat itu menjadi kendor karena tidak diperhatikan. Oleh karena itu dirinya berharap ada kejelasan yang pasti kapan harus membayar tunjangan tersebut, jangan biarkan pegawai terbayang dengan ketidakpastian.

‘’Kita akan menunggu, dan kalau tidak ada kepastian maka kita akan melaporkan hal ini kepada dinas terkait untuk diproses lebih lanjut, entah itu Dinas Kesehatan maupun Kejaksaan. Harus memberikan yang terbaik kepada mereka, karena mereka sudah melakukan kewajiban mereka berarti apak yang menjadi hak mereka harus juga ditepai bukan dipermainkan begitu. Mereka adalah pelayan masyarakat, bisa saja semangat mereka menurun karena tidak diperhatikan oleh pimpinan mereka. Dengan demikian saya berharap kejelasan dari kepala Puskesmas kapan harus memberikan tunjangan itu, ini harus ada informasi yang jelas dan mesti diberikan kepada pegawai yang ada bekerja di Puskesmas Lelang’’. Tegas Hayer.


Sementara itu Kepala Puskesmas (Kapus) Lelang Jakobus Mose ketika di konfirmasi Kompas Timur Via SMS maupun telepon selulernya, tidak ada respon. (KT-FA)
Baca Juga

Post a Comment

0 Comments