Kepala Puskesmas Lelang Kecamatan Mdona
Hiyera Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) Jakobus Mose di duga menggelapkan
Tunjangan Bantuan Operasioanl Kesehata (BOK) dan Badan
Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) pegawai selama Sepuluh Bulan
dalam Anggaran Tahun 2016, karena sampai dengan saat ini tidak ada kejelasan
soal tunjangan tersebut.
Sekretaris Bidang Organisasi Gerakan
Mahasiswa Maluku Barat Daya (GEMA-MBD) Ambon Herman Hayer Kepada Kompas Timur di
Ambon, Senin (17/1/17) mengatakan, berdasarkan laporan yang diterima dari
pegawai Puskesmas Lelang, bahwa terkait dengan Tunjangan Dana BOK dan BPJS mereka
baru menerima selama dua bulan dan nantinya dibayar sisa tunjangan, namun
sampai dengan saat ini belum ada kejelasan terkait tunjangan itu, sehingga
pihaknya menduga tunjangan tersebut sudah digelapkan oleh Kapus tersebut
.
‘’Berdasarkan Laporan yang saya terima
dari pegawai Puskesmas Lelang bahwa, terkait dengan tunjangan dana BOK dan BPJS
kepada mereka baruh dibayar dua bulan, dan sampai dengan saat ini mereka
tinggal menunggu kapan membayar tunjangan untuk sepuluh bulan di Tahun 2016,
ini tidak ada informasi, maupun penjelasan terakait dengan tunjangan yang
ada, karena ini sudah masuk tahun 2017, yang kita takutkan adalah jangan sampai
tunjangan tersebut sudah di digelapkan oleh Kepala Puskesmas’’. Tutur Hayer
Lanjut Hayer, terkait dengan tunjangan
tersebut seluruh pegawai Puskesmas yang ada di Maluku Barat Daya (MBD) sudah
menerima tunjangan mereka pada akhir Tahun 2016 lalu, yang tersisah adalah Puskesmas
Lelang, hal ini kemudian salalu dipertanyakan pegawai yang ada pada Puskesmas tersebut.
Menurutnya ini sudah masuk Tahun 2017 dan mesti dituntaskan masuk tahun 2017,
apalagi ini soal transparansi keuangan, ini sangat berbahaya kalau hal tersebut
terus dibiarkan.
‘’Tunjangan Dana BOK dan BPJS sudah di
terima oleh pegawai-pegawain Puskesmas lain yang ada di Kabupaten MBD pada
akhir Tahun2016, yang belum dibayar hanya Puskesmas Lelang. Sehingga pegawai
selalu menanyakan soal hal ini, kenapa sampai dengan saat ini mereka tidak
menerima tunjangan itu. Ini sudah tahun 2017 dan mesti persoalan tahun 2016
harus diselesaikan, khususnya soal keuangan, ini tidak boleh dibiarkan karena
sangat berbahaya’’. tandasnya.
Dengan demikian Karey menegaskan kalau
tidak ada kejelasan soal tunjangan tersebut, maka pihaknya akan melaporkannnya
ke dinas terkait untuk diproses lebih lanjut, baginya apa yang menjadi
kewajiban pegawai harus diberikan bukan dipermainkan. Karena pegawai puskesmas
merupakan pelayan kesehatan bagi masyarakat, jangan kemudian semangat itu
menjadi kendor karena tidak diperhatikan. Oleh karena itu dirinya berharap ada
kejelasan yang pasti kapan harus membayar tunjangan tersebut, jangan biarkan
pegawai terbayang dengan ketidakpastian.
‘’Kita akan menunggu, dan kalau tidak
ada kepastian maka kita akan melaporkan hal ini kepada dinas terkait untuk
diproses lebih lanjut, entah itu Dinas Kesehatan maupun Kejaksaan. Harus
memberikan yang terbaik kepada mereka, karena mereka sudah melakukan kewajiban
mereka berarti apak yang menjadi hak mereka harus juga ditepai bukan
dipermainkan begitu. Mereka adalah pelayan masyarakat, bisa saja semangat
mereka menurun karena tidak diperhatikan oleh pimpinan mereka. Dengan demikian
saya berharap kejelasan dari kepala Puskesmas kapan harus memberikan tunjangan
itu, ini harus ada informasi yang jelas dan mesti diberikan kepada pegawai yang
ada bekerja di Puskesmas Lelang’’. Tegas Hayer.
Sementara
itu Kepala Puskesmas (Kapus) Lelang Jakobus Mose ketika di konfirmasi Kompas
Timur Via SMS maupun telepon selulernya, tidak ada respon. (KT-FA)

0 Comments