Partai
Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) hingga dengan saat
ini masih tetap solid melawan calon Bupati Petahana Tuasikal Abua-Marlatu Leleuri
dengan Jargon politik TULUS dalam kontestasi
pemilihan kepala daerah (pilkada) jilid II di Kabupaten
Malteng yang akan digelar pada 15 Februari bersamaan dengan empat
kabupaten/kota lainnya di Maluku.
Kesolidan PKB
Malteng tersebut semakin kokoh, hal ini terlihat jelas dimana fungsionaris
Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Malteng juga terlibat dalam deklarasi
memenangkan Kotak Kosong di ibu kota Kabupaten bertajuk Pamahanu Nusa beberapa
waktu lalu. Bahkan,
sampai saat ini,
konsolidasi partai guna menghadang incumben pasangan calon TULUS masih tetap
ada.
Wakil Ketua
Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB Provinsi Maluku, Malaka Yaluhun kepada
wartawan di Ambon, Selasa (17/1) mengatakan pihaknya masih tetap solid dengan
apa yang telah menjadi komitmen partai untuk tetap bersama dalam koalisi
bersama rakyat.
"Sampai
saat ini PKB masih tetap solid bersama koalisi rakyat yang didalamnya terdapat
dua partai lainnya, untuk itu kami siap menghadang inchumbent
pada pelaksanaan Pilkada 15 Februari 2017 mendatang," ujar Yaluhun.
Dia mengakui
bahwa sebelumnya PKB bersama dua partai yakni PKS dan PPP mendukung pasangan
Azis Mahulete-Johan Lewerissa (Amarisa), namun gugur setelah Komisi Pemilihan
Umum (KPU) setempat melakukan verifikasi faktual terhadap pencalonan.
"Keduanya
gugur pada saat verifikasi syarat pencalonan melalui dukungan parpol,"
jelasnya.
Ketika
dinyatakan gugur dan KPU menetapkan satu pasangan calon, dan ketiga partai
tersebut kemudian memutuskan untuk melakukan penggalangan masyarakat guna
mengkampanyekan Kotak Kosong dan menghadang inchumbent pada Pilkada Bupati Malteng 2017 ini.
Dikatalannya,
dalam Undang-Undang melegalkan dan mengisyaratkan adanya peti kosong sehingga
saat ini, PKB beserta dua partai lainnya mengkampanyekan peti kosong pada pilkada
Malteng.
Yaluhun
menjelaskan, aspirasi memenangkan peti kosong di Malteng merupakan instruksi
langsung DPW.
"Instruksi
ini sudah dikumandangkan dan Insya Allah kita akan menang melawan inchumbent,"
tegasnya.
Hingga kini,
terlepas dari dua partai yang bergabung dalam koalisi bersama rakyat, PKB masih
terus berupaya mengkampanyekan serta membuka ruang sosialisasi untuk mendukung
Kotak Kosong.
Koalisi rakyat
melawan calon petahana ini sangat didukung oleh masyarakat, sebab masyarakat
sudah tidak ingin adanya politik dinasti di Malteng. Masyarakat menginginkan
adanya politik meritokrat bukan politik dinasti.
"Oleh
karena itu, kami sangat yakin kita akan menang dan pada saatnya kita akan
melihat kekalahan sang petahana pada Pilkada Malteng kali ini," pungkasnya. (KT-SH)

0 Comments