Pasca dilakukannya perombakan birokrasi di lingkup
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seram Bagian Barat (SBB) oleh penjabat Bupati SBB
Ujir Halid beberapa waktu lalu, kini terjadi dualisme kepemimpinan di Dinas
Pendidikan dan Kebudayaan setempat.
Pasalnya, Nane Puttilehalat yang adalah Kadis
Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten SBB sebelumnya enggan legowo untuk
menyerahkan jabatannya kepada penggantinya yakni Ani Hehanussa.
Padahal, ketika merombak birokrasi SBB saat itu, Nane
telah ditempatkan sebagai Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten SBB.
Akibatnya, para guru yang hendak melakukan tugas-tugas
koordinasi maupun administrasi di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten SBB
pun kebingungan, siapa Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten SBB yang
sebenarnya.
Kondisi ini mengundang kritik keras dari Sekretariat Pimpinan Daerah Ikatan
Pelajar Muhammdiyah (IPM) Kabupaten SBB Nasarudin
Payapo
yang mengaku prihatin dengan perebutan posisi Kadis Pendidikan dan Kebudayaan
itu.
Bahkan, menurut Payapo, Penjabat Bupati SBB Ujir Halid
sepenuhnya harus menyikapi dan bertanggung jawab atas kondisi tersebut.
“Perang
dualisme kepemimpinan dalam perebuatan kepemimpinan di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan sampai
saat ini belum ada titik terangnya dan sayangnya belum
disikapi oleh pemerintah daerah, dalam hal Penjabat Bupati SBB Ujir Halid. Beliau seharusnya bertanggung jawab dalam hal ini
karena beliaulah yang melakukan perombakan dan pelantikan pada saat itu,” kata Payapo.
Lanjut Payapo, jika
kondisi ini
tidak segera disikapi oleh Ujir, maka akan menimbulkan masalah yang berkepanjangan
di kalangan para guru di Kabupaten yang pernah dipimpin oleh Bupati dua periode
Yakobis Puttileihalat itu.
“Kalau kondisi dualism kepemimpinan ini dibiarkan
terjadi dalam selang waktu yang lama, maka akan mempersulit para guru di daerah
ini. Sebab, dalam berbagai urusan di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan SBB, para
guru pun pastinya bingung siapa Kadis sebenarnya dan dengan siapa mereka harus
berurusan,” sentilnya.
Bahkan, tambah Payapo, dengan dibiarkannya kondisi ini
berlarut-larut, maka dapat pula berdampak buruk bagi dunia pendidikan di
Kabupaten ini. (KT-MFS)

0 Comments