Ticker

7/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Pasang Iklan? Hubungi 085344204480



Dua Hari Namrole Mati Suri Tanpa Sinyal Telkomsel

Namrole, Kompastimur.com
Sudah dua hari provider Telkomsel yang merupakan satu-satunya provider yang menyediakan jasa layanan telekomunikasi di Kota Namrole, Kabupaten Buru Selatan (Bursel) tak mengudara alias hilang sehingga membuat akses komunikasi antara masyarakat di kota kabupaten tersebut mati surih.

Pantauan Kompastimur.com, hilangnya signal Telkomsel ini terjadi dari hari Selasa (13/06) pagi sampai dengan Rabu (14/06) malam.

Salah satu pemuda Desa Waenono Sony Tasane kepada wartawan, Rabu (14/06) mengaku sangat menyesalkan keadaan ini.

Menurutnya, dengan hilangnya signal Telkomsel ini sangat membuat resah seluruh masyarakat Namrole. Terlebih lagi akses komunikasi via handphone dan akses internet sudah menjadi kebutuhan pokok masyarakat Bursel.
“Kami berharap ini bisa segera ditindaklanjuti oleh pihak-pihak terkait. Karena telekomunikasi ini sudah menjadi kebutuhan dasar dari masyarakat. Kami juga resah dan merasa seakan-akan kami masih hidup di hutan rimbah. Semua akses kami dengan saudara-saudara kami yang ada di Ambon maupun diluar daerah Bursel putus,” kata Sony.

Alumi Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon ini berharap agar pihak Telkomsel bisa dengan cepat menindaklanjuti keresahan masyarakat tersebut.
“Ya kami harap ada tindak lanjutnya, inikan menyangkut kebutuhan publik, kami juga dengar kalau ada info yang beredar bahwa ada terjadi pemutusan kabel optik akibat belum dibayarnya gaji para pekerja, ya itu urusan intern perusahan dengan karyawannya, jangan korbankan kepentingan publik,” ungkapnya.

Sementara itu, Edy Ruhunpessy, teknisi dari  anak perusahan Telkom menjelaskan bahwa, penyebab terjadi hilangnya jaringan Telkomsel ini akibat ada kerusakan pada kabel optik yang dipasang dari Namlea.
“Ada kabel optik yang putus, karena berdasarkan alat yang kami gunakan untuk mendeteksinya, kerusakan terjadi sekitar 40 kilometer dari Kota Namrole, penyebabnya kami belum tahu, entah itu longsor atau ada pengerjaan jalan maupun jembatan yang menyebabkan kabel tersebut putus. Kami akan melakukan pengecekan sekaligus memperbaiki kalau alat penyambung dan alat pendukungnya sudah datang dari Ambon,” bebernya.

Dirinya menjelaskan, seharusnya hari ini, Rabu (14/06) sudah ada proses perbaikan karena rencananya alat-alat yang didatangkan dari Ambon sudah tiba di Namrole, namun karena fery yang membawa alat-alat tersebut tidak jadi berangkat sehingga mau dan tak mau pihaknya harus menunggu sampai alat-alat itu tiba.
Walaupun begitu, ia mengaku masyarakat Namrole masih bisa mengakses signal Telkomsel dari Desa Oki, Desa Leku dan Desa Masnana yang mendapatkan pancaran signal dari Pulau Ambalau dan Buano karena menggunakan pancaran signal satelit.
“Signal masih bisa diakses di Desa Oki dan Desa Leku juga di Desa Masnana. Signal itu merupakan pancaran radio Antena per Antena dari Pulau Ambalau dan Buano yang menggunakan Satelit. Kalau signal yang sementara hilang ini karena dari Telkomsel masih numpang signal satu jaringan dengan Telkom, jadi kalau kabel optik pembawa signal Telkom putus, maka otomatis Telkomsel juga putus,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Kabupaten Bursel Nadap Solissa yang hendak di konfirmasi di kantornya tidak berada di tempat, kantornya pun terlihat terkunci tanpa adanya aktivitas perkantoran. Padahal bukan hari libur. (KT-02)
Baca Juga

Post a Comment

0 Comments