Ticker

7/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Pasang Iklan? Hubungi 085344204480



Pemkab Tana Toraja Serius Kembangkan Objek Wisata Talondo Tallu

Foto : Air terjun Talondo Tallu (Morning Z.Taruktiku)



Tana Toraja, Kompastimur.com
Pemerintah Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan (Sulsel) meminta keterlibatan warga setempat untuk mengelola dan mengembangkan potensi wisata yang ada di daerah ini.

Bupati Tana Toraja Nico Biringkanae, dalam setiap kunjungan kerjanya  di setiap Kecamatan mengatakan masyarakat atau warga setempat harus berkolaborasi untuk mendorong pengembangan sektor pariwisata di daerahnya masing-masaing.

"Contohnya misalnya ada potensi objek wisata di suatu daerah atau lembang (desa), maka seharusnya mulai ditata oleh warga setempat, setelah itu bisa dilaporkan ke pemerintah bahwa objek ini berpotensi dan dapat menarik para wisatawan apabila Dikembangka sehingga perlu meminta keterlibatan Pemkab Tana Toraja untuk pengembangan objek wisata tersebut," kata Bupati.

Bupati meyakini, setiap desa memiliki potensi wisata dan panorama alam yang indah untuk dikembangkan menjadi objek wisata, namun yang menjadi masalah, warga setempat tidak sadar kalau lokasi itu layak untuk dijual menjadi objek wisata.

"Saat ini ada beberapa objek wisata baru yang sedang dikembangkan oleh warga masyarakat dan aparat lembang (desa), termasuk objek wisata Talondo Tallu yang berada di Lembang Balepe, Kecamatan Malimbong Balepe. Tempat ini sudah mulai ramai dikunjungi para wisatawan wisatawan," katanya pula. 

Sebelumnya, Camat Malimbong Balepe Anthonius Lintin mengatakan objek wisata Talondo Tallu merupakan tempat yang sangat indah dan mempesona  karena masih alami, sudah lama dikunjungi para wisatawan, baik wisatawan lokal maupun wisatawan manca Negara, tetapi belum ditata secara maksimal.

"Objek wisata Talondo Tallu jika disentuh dengan infrastruktur yang memadai, akan mirip dengan permandian alam Bantimurung di Maros. Penanganan infrastruktur penunjang objek wisata Talondo Tallu selama ini masih menggunakan dana APBD yang masih sangat minim, padahal untuk mengembangkan objek wisata ini butuh dana besar," katanya.

Setelah Kabid Pemasaran dan Promosi Dinas Pariwisata Tana Toraja, Rospita Napa Biringkanae dan rombongan berkunjung ke lokasi ini beberapa waktu yang lalu, beliau mengatakan Pemerintah Kabupaten Tana Toraja sangat serius untuk mengelola objek wisata Air terjun Talondo Tallu ini dan harus mendapat dukungan penuh dari pemerintah Pusat.
Terpisah Kepala Lembang Balepe, Kala Lembang mengharapkan supaya obyek wisata  Talondo Tallu ini secepatnya dibenahi sarana dan prasarana pendukungnya, baik itu infrastruktur jalan, gasebo dan pondok untuk Indo’ Talondo sangpenjaka objek Talondo Tallu untuk ditempati menginap sewaktu-waktu.

“Atas nama masyarakat dan Pemerintah Lembang Balepe menyampaikan terima kasihnya, atas kunjungan Kabid Pemasaran dan Promosi Dinas Pariwisata Ibu Rospita Napa Biringkanae ke lokasi ini, semoga objek wisata Talondo Tallu secepatnya mendapat perhatian dari pemerintah,” pungkasnya.

Untuk diketahui, bahwa untuk tahun 2017, Pemda Tana Toraja telah mengelontorkan anggaran kurang lebih lima ratus juta untuk pembenahan infrastruktur jalan, guna mempermudah akses para wisatawan menuju ke lokasi objek wisata, inilah yang merupakan langkah awal keseriusan Pemkab Tana Toraja untuk mengembangkan obyek wisata Talondo Tallu.

Pasalnya untuk menuju kawasan obyek wisata Talondo Tallu masih ada kurang lebih 4 kilo meter jalan setapak yang berkelok-kelok kalau kita lewat jalan poros Passobo – Matangli – Balepe dan kalau lewat poros Se’seng – Balelepe kita dapat menempuh jalan tanah yang kurang lebih 10 kilo meter. 

Air terjun Talondo Tallu merupakan sumber mata air dari dua sungai yang berbeda yakni sungai Pekalian dan sungai Sarang. Kedua sungai ini bertemu di atas puncak air terjun, sehingga dapat mengakibatkan terbelah dua buah sungai besar menjadi tiga pancuran inilah yang disebut Talondo Tallu (tiga pancuran air).

Objek wisata Talondo Tallu airnya sangat jernih dan memiliki cerita yang menarik, sebab dijaga oleh seorang nenek perempuan paru baya bernama Bungan (70) atau lebih dikenal Ne`Sewa atau Indo Talondo.

Indo Talondo merupakan pemangku adat Tongkonan Papa Pune Buttupalli, Lembang Balepe, rambutnya panjang kurang lebih 9 meter hingga sekarang terus dibiarkan, sebab tidak bisa dipotong dengan gunting biasa.

Menurut cerita masyarakat setempat, bila ada sesuatu yang akan terjadi firasat Indo Talondo dirasakan dari rambutnya, dan tidak bisa semua pengunjung melihat penjaga wilayah ini, kecuali seizin dengan pemangku adat atau kerabat dekatnya.

Andarias salah satu tokoh masyarakat Balepe yang ditemui disekitar objek wisata mengatakan untuk ke obyek wisata air terjun Talondo Tallu ini setiap pengunjung dilarang menggunakan pakaian hitam sesuai aturan pemangku adat. Kalau ada pengunjung yang tidak menidahkan larangan tersebut sering ada pengujung yang kesurupan (sakit)” .

Sepanjang aliran sungai ini mulai dari objek wisata Air terjun Talondo Tallu sampai pada pertemuan aliran sungai  objek wisata Air terjun Talondo Pakara tidak boleh melakukan penangkapan terhadap binatang sejenis MOA (masapi) yang sewaktu-waktu dapat keluar dari tempat persembunyiannya, namun diakuinya pula bahwa jenis binatang masapi yang diakui sebagai saudara kembar para leluhur Tonkonan Papa Pune Buttupalli ini, sudah jarang ditemui muncul kepermukaan pada siang hari tidak seperti dulu-dulu, saat masih sering dikasih makan sesajian.

“Jarang dikasih sesajian apa lagi sudah banyak generasi muda sekarang tidak mengindahkan pesan dan larangan para leluhur,” terang Andarias dengan penuh kesal. 

Sejak objek wisata Air terjun Talondo dibuka untuk umum, objek wisata alam yang masih alami ini sudah mulai ramai dikunjungi baik wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegara, terutama pada hari sabtu – minggu dan pada hari –hari  libur. (KT-MZT)
Baca Juga

Post a Comment

0 Comments