Namrole - Hati Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Kabupaten Buru Selatan (Bursel) menjadi lebih dari sekadar agenda seremonial. Di tengah suasana upacara yang diguyur hujan, terselip pesan kuat tentang pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap dunia pendidikan di daerah tersebut.
Wakil Bupati Bursel, Gerson Eliaser Selsily, secara tegas mengingatkan bahwa Hardiknas harus dijadikan momentum refleksi bersama, bukan hanya rutinitas tahunan.
“Momentum ini harus menjadi bahan evaluasi bagi semua pihak guru, orang tua, dan siswa agar pendidikan kita terus bergerak maju,” ujarnya usai upacara di halaman Kantor Bupati Bursel.
Menurutnya, kualitas pendidikan sangat ditentukan oleh peran aktif para pendidik. Ia mendorong para guru untuk lebih inovatif dan maksimal dalam memanfaatkan fasilitas yang ada guna menciptakan proses belajar yang efektif dan berkualitas.
Di sisi lain, para pelajar juga diminta tidak hanya bergantung pada proses belajar di sekolah. Mereka didorong untuk aktif mengembangkan potensi diri dan memiliki semangat belajar yang tinggi demi meraih masa depan yang lebih baik.Tak kalah penting, peran keluarga menjadi fondasi utama dalam membentuk karakter dan kedisiplinan anak. Gerson menekankan bahwa perhatian orang tua terhadap waktu belajar di rumah menjadi kunci keberhasilan pendidikan.
“Orang tua punya tanggung jawab besar dalam mendampingi anak, terutama setelah jam sekolah. Ini tidak bisa diabaikan,” tegasnya.
Menariknya, meski hujan deras mengguyur lokasi upacara, seluruh peserta tetap bertahan hingga kegiatan selesai. Guru, siswa, serta aparat TNI dan Polri menunjukkan komitmen kuat terhadap makna Hardiknas sebagai simbol perjuangan pendidikan.
Sebagai bagian dari komitmen memperbaiki sistem pendidikan, kegiatan juga diisi dengan penandatanganan pakta integritas Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), guna memastikan proses yang transparan, adil, dan bebas dari praktik menyimpang.
Peringatan Hardiknas di Bursel pun ditutup dengan penampilan marching band SMP Negeri 01 Namrole yang memukau, menambah semangat dan optimisme akan masa depan pendidikan di daerah tersebut. (KT/04)


0 Comments