Piru, Kompas
Timur.com
Ode Dasria bocah
yang berusia 12 tahun duduk dibangku kelas enam SD Negeri Pulau Pua Dusun
Ulisadar Desa Waesala Kecamatan Huamual Belakang Kabupaten Seram Bagian Barat
(SBB) saat ini terbaring lemas akibat menderita tumor yang terletak pada bagian
lehernya.
Ode Dasria
Merupakan anak ketiga dari pasangan keluarga La Wahid dan Wa Rukiani. Ayahnya La
Wahid diketahui bekerja sebagai seorang petani dan ibunya sebagai pengurus
rumah tangga.
Ode Dasria sudah
setahun menderita sakit sampai dengan saat ini dan hanya terbaring lemas
ditempat tidurnya, sakit yang dialaminya sekitar bulan februari 2017 yang lalu
sampai dengan saat ini belum ada tindakan lanjut yang dilakukan pihak keluarga
karena terkendala faktor ekonomi untuk biaya operasi Ode Dasria.
Penyakit yang
diderita Ode Dasrea ini berawal dari munculnya Amandal Kemudian keluarga korban
gunakan obat untuk obati amandel tersebut namun tak berselang lama kurang lebih satu minggu
kemudian muncul seperti lidah yang bercabang namun keluarga kembali lakukan
pengobatan kampung dan tak lama hilang bentuk lidah bercabang tadi, satu minggu
kemudian muncul bengkak dibagian leher Ode Dasria itu dan Bagian tenggorokan lama-lama
terhalang sehingga dan tidak bisa makan.
Adapun upaya -
upaya yang dilakukan oleh orang tua Ode Dasria walau tidak seknifikan, yaitu
sejauh ini telah satu kali mengantarkan putri mereka ke RSUD Piru, untuk melakukan
kroschek penyakit yang diderita oleh putri mereka agar bisa disembuhkan tetapi
terhalang karena tidak memiliki BPJS dan hanya memiliki KIS namun masalah juga
tiba dimana nama Ode Dasria tidak sesuai dengan KK dan Kartu KIS itu.
" Katong su
pernah bawa ana ini ka rumah sakit lai, tapi katong sampe disana dong dari
rumah sakit minta BPJS, tapi dia seng punya di BPJS Dia punya hanya KIS Tapi
nama di KK dan KIS Tidak Sama, Tarus
dong suruh tunggu, katong tunggu selama kurang lebih 5 jam balom ada yang
datang kasi kabar terpaksa katong pulang lai ka Waesala " cerita Suriati
“Katong sudah
membawa Ode Dasria ke rumah sakit dikota Ambon untuk lakukan operasi penyakit
yang dideritanya sekaligus sudah diperiksa dan Dasria Derita tumor, namun
keluarga kami tidak punya biaya untuk lakukan operasi akhirnya kembali lagi ke
kampung ," ungkap Ode Suriati
Pihak keluarga
Ode Dasria sangat membutuhkan bantuan dan aluran tangan dari pihak manapun,
baik Pemda SBB dalam hal ini Bupati SBB, Dinkes SBB, Dinsos SBB, Para Relawan
Pemerhati maupun para swasta karena mereka sangat kekurangan biaya dalam
pengobatan dan kesembuhan putri mereka.
" Beta deng
dia pung mama ini paleng berharap ada yang mau bantu katong yang miskin ini,
seng tau dari manakah mau dari bapak Bupati , bapak Gubernur kalau seng sapa
saja yang penting beta anak bisa bae deng dia bisa sakolah lagi " Harap
Ode Suriati. (KT-MFS)

1 Comments
Sesuai BPS dikatakan bahwa Maluku dan Papua adalah wilayah termiskin di NKRI, jadi tentu sekali ada banyak yang menderita seperti Ode Dasria . Bagi yang membaca berita tentang Ode Dasria diharapkan ada yang bisa membantu agar Ode bisa dirawat dan sembuh kembali.Atas perhatian para pembaca diharapkan ada yang bisa mengulurkan tangan untuk pengobatan Ode Dasria. Banyak terimakasih sebelumnya.
ReplyDelete