Ticker

7/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Pasang Iklan? Hubungi 085344204480



Diduga Konsumsi Miras Bersama Siswa, Guru Honorer SMK Perikanan Global Pratama Tuai Kecaman Warga

Halsel - Dunia pendidikan di Kabupaten Halmahera Selatan kembali tercoreng. Seorang guru honorer SMK Perikanan Global Pratama, Desa Dowora, Kecamatan Gane Barat Selatan, diduga terlibat langsung mengonsumsi minuman keras (miras) bersama sejumlah siswa, sebuah tindakan yang dinilai mencederai etika pendidik dan mengancam masa depan generasi muda.

Guru honorer tersebut diketahui bernama Said Jumat, yang telah mengajar lebih dari satu tahun di SMK Perikanan Global Pratama. Ironisnya, yang bersangkutan juga dikenal berprofesi sebagai wartawan di dua media daring dimana profesi ini seharusnya menjunjung tinggi etika dan tanggung jawab moral.

Berdasarkan keterangan masyarakat setempat, peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (25/1/2026) sekitar pukul 11.00–12.00 WIT di RT 4 Desa Dowora. Meski berlangsung di luar lingkungan sekolah, warga menegaskan bahwa status Said Jumat sebagai guru tetap melekat dan tidak bisa dipisahkan dari perilaku kesehariannya.

Warga menyebut, Said Jumat terlihat duduk bersama beberapa siswa sambil mengonsumsi minuman keras dari satu botol yang sama, tanpa rasa sungkan, di lingkungan pemukiman warga. Kejadian itu sontak memicu kemarahan dan keresahan masyarakat.

“Ini bukan sekadar pelanggaran biasa. Ini guru, pendidik, panutan. Tapi justru memberi contoh yang sangat buruk kepada anak-anak,” tegas salah satu warga.

Masyarakat menilai tindakan tersebut sebagai pelanggaran berat terhadap moral pendidikan, terlebih di tengah upaya orang tua dan sekolah membentengi siswa dari pengaruh miras dan pergaulan bebas. Perilaku tersebut dinilai bertolak belakang dengan nilai-nilai pendidikan dan tanggung jawab seorang pendidik.

“Guru itu orang tua kedua. Tapi yang terjadi justru sebaliknya, duduk bercengkerama sambil minum miras dengan siswa. Ini sangat memprihatinkan,” ujar warga lainnya.

Kemarahan warga tidak hanya tertuju kepada oknum guru, tetapi juga kepada pihak sekolah dan yayasan yang dinilai lemah dalam pengawasan. Masyarakat mendesak kepala sekolah dan pengurus yayasan SMK Perikanan Global Pratama agar tidak menutup mata dan segera mengambil tindakan tegas.

“Kalau tidak segera ditindak, jangan salahkan masyarakat jika kepercayaan terhadap sekolah ini hilang. Masa depan anak-anak kami taruhannya,” kata perwakilan warga.

Warga secara tegas meminta agar pihak sekolah melaporkan kejadian ini ke yayasan, melakukan pemeriksaan internal, dan menjatuhkan sanksi tegas, termasuk pemberhentian jika terbukti bersalah.

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Sekolah SMK Perikanan Global Pratama maupun pihak yayasan belum memberikan klarifikasi atau pernyataan resmi terkait dugaan tersebut. Sikap diam ini justru semakin memperkuat keresahan masyarakat dan memunculkan tanda tanya besar terkait komitmen lembaga pendidikan dalam menjaga integritas guru.

Sementara itu, Said Jumat juga belum memberikan klarifikasi atau bantahan atas tudingan yang dialamatkan kepadanya, meski upaya konfirmasi terus dilakukan.

Masyarakat menegaskan bahwa kasus ini bukan persoalan pribadi, melainkan persoalan publik dan masa depan pendidikan. Guru, kata warga, tetaplah guru di mana pun berada, terlebih di tengah masyarakat dan di hadapan siswa.

“Kami titipkan anak-anak kami untuk dididik, bukan untuk diajak minum miras. Guru harus menjadi teladan, bukan sumber kerusakan moral,” tutup pernyataan warga.

Kasus ini diharapkan menjadi peringatan keras bagi seluruh tenaga pendidik agar menjaga sikap dan perilaku, serta bagi pihak sekolah dan yayasan agar tidak abai terhadap pengawasan. Dunia pendidikan, menurut warga, tidak boleh dikotori oleh perilaku yang merusak nilai dan kepercayaan publik. (KT/Ris) 

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments