Jakarta – Sejumlah tokoh senior yang pernah menjadi bagian penting dalam perjalanan Partai Demokrat berkumpul dalam acara silaturahmi dan buka puasa bersama yang digelar di Hotel Luxury Inn Arion, Jalan Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (10/3/2026).
Pertemuan yang mengusung tajuk “The Legend” tersebut digagas oleh HM Darmizal dan Muhammad Rahmad, yang saat ini menjabat sebagai Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal ReJO Prabowo–Gibran. Momentum bulan suci Ramadan dipilih sebagai waktu yang tepat untuk mempertemukan kembali para tokoh yang selama bertahun-tahun pernah bersama membesarkan Partai Demokrat.
Sejumlah nama besar hadir dalam pertemuan penuh kehangatan tersebut, di antaranya mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie, Jhony Allen Marbun, I Gede Pasek Suardika, Milton Pakpahan, Sri Mulyono, mantan Wakil Ketua DPR RI Agus Hermanto, Tri Yulianto, Yus Sudarso, Ilal Ferhard, serta Ahmad Yahya.
HM Darmizal menjelaskan, pertemuan ini sengaja diinisiasi sebagai ruang silaturahmi sekaligus konsolidasi para tokoh senior di tengah dinamika politik nasional yang terus berkembang.
Menurutnya, forum tersebut tidak sekadar menjadi ajang reuni, tetapi juga wadah diskusi dan kontribusi pemikiran bagi perjalanan pemerintahan saat ini.
“Sebagai Ketua Umum ReJO, kami ingin pertemuan ini bukan hanya nostalgia, tetapi juga menjadi ruang untuk berdiskusi dan memberikan kontribusi positif bagi jalannya pemerintahan Prabowo–Gibran,” ujar Darmizal.
Senada dengan itu, Sekretaris Jenderal ReJO Muhammad Rahmad menegaskan bahwa para tokoh yang hadir dalam pertemuan tersebut memiliki komitmen kuat untuk mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka hingga tuntas.
“Kami mendukung pemerintahan Prabowo–Gibran sampai tuntas. Di tengah turbulensi politik global saat ini, bangsa membutuhkan stabilitas, dan itu harus didukung oleh seluruh elemen,” kata Rahmad.
Dukungan tersebut juga ditegaskan oleh Jhony Allen Marbun, yang menyebut bahwa pemerintahan saat ini perlu mendapat dukungan penuh hingga akhir masa jabatan pada 2029.
“Kita mendukung pemerintahan Prabowo–Gibran hingga 2029 mendatang. Apa pun keputusan yang dilakukan tentu untuk kebaikan bangsa dan negara. Tidak ada matahari kembar dalam pemerintahan ini. Untuk urusan politik 2029, nanti saja waktunya,” tegasnya.
Sementara itu, Marzuki Alie menilai pertemuan tersebut lebih menitikberatkan pada silaturahmi serta diskusi santai antar tokoh yang pernah bersama-sama membangun Partai Demokrat sejak awal berdirinya.
“Kita berkumpul untuk berdiskusi dan bersilaturahmi, bagaimana kita bisa ikut berperan memberikan kontribusi dalam jalannya pemerintahan Prabowo–Gibran,” ujar Marzuki.
Menanggapi pertanyaan mengenai ketidakhadiran Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) serta Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Marzuki menyampaikan bahwa pihaknya menghormati kesibukan masing-masing tokoh.
“Tentu kita menghormati kesibukan beliau dan juga menghargai kawan-kawan yang hadir dalam pertemuan ini,” ungkapnya.
Acara berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan, diselingi diskusi ringan mengenai perkembangan politik nasional.
Darmizal menambahkan, nama “The Legend” disematkan karena para tokoh yang hadir merupakan figur-figur yang memiliki peran penting dalam mendirikan dan membesarkan Partai Demokrat sejak masa awal.
“Nama ‘The Legend’ kami pilih karena seluruh peserta adalah tokoh-tokoh yang pernah berjuang bersama membangun Partai Demokrat sejak awal berdirinya,” pungkas Darmizal. (W)

0 Comments