NAMROLE – Harapan baru bagi dunia pendidikan di Dusun Emori, Desa Namrinat, Kecamatan Namrole, Kabupaten Buru Selatan, kembali menyala. Setelah sempat vakum selama lebih dari tiga tahun, TK Leasida akhirnya berhasil bangkit dan meluluskan 10 siswa angkatan perdana pada Tahun Ajaran 2025-2026.
Momentum bersejarah itu ditandai dengan acara pelepasan siswa yang berlangsung meriah di Dusun Emori, Selasa (8/6/2026), dan dihadiri Bunda PAUD Kabupaten Buru Selatan, Wa Uma Hamid, Kepala Seksi TK dan PAUD Dinas Pendidikan Kabupaten Buru Selatan, Suryani Mahulau, pengurus Tim PKK Kabupaten Buru Selatan, Sekretaris Desa Namrinat Christian Solissa, Kepala Dusun Emori, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta para orang tua siswa.
Meski berada di kawasan yang cukup terpencil, suasana acara berlangsung penuh semangat dan kebahagiaan. Para tamu disambut dengan atraksi budaya Cakalele serta berbagai penampilan kreatif dari para siswa yang menjadi simbol kebangkitan pendidikan di wilayah tersebut.
Kepala TK Leasida, Yuli Batuwael, mengatakan pelepasan 10 siswa ini merupakan hasil dari perjuangan panjang untuk menghidupkan kembali lembaga pendidikan yang sempat berhenti beroperasi selama bertahun-tahun.Menurutnya, berbagai tantangan harus dihadapi, mulai dari keterbatasan sarana dan prasarana, pengadaan alat peraga pendidikan, hingga upaya membangun kembali kepercayaan masyarakat terhadap pentingnya pendidikan anak usia dini.
"Perjalanan ini tidak mudah. Kami harus memulai dari awal untuk menghidupkan kembali sekolah yang sempat vakum. Namun berkat dukungan pemerintah daerah, pemerintah desa, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, dan para orang tua, akhirnya pendidikan di Dusun Emori dapat bangkit kembali," ujar Yuli.
Ia menegaskan, kelulusan 10 siswa tersebut menjadi tonggak penting dalam sejarah pendidikan di Dusun Emori.
"Sepuluh anak yang hari ini dilepas bukan hanya peserta didik yang telah menyelesaikan pendidikan di TK, tetapi juga simbol bahwa pendidikan di Dusun Emori telah hidup kembali dan siap melahirkan generasi-generasi masa depan," katanya.
Sementara itu, Bunda PAUD Kabupaten Buru Selatan, Wa Uma Hamid, mengaku bangga melihat semangat masyarakat dalam membangun kembali pendidikan anak usia dini di Dusun Emori setelah mengalami kevakuman selama lebih dari tiga tahun.
Menurutnya, pendidikan usia dini merupakan fondasi utama dalam membentuk karakter, kepercayaan diri, dan kemandirian anak sebagai bekal menghadapi masa depan."Hari ini adalah hari yang sangat bersejarah. Setelah sekian lama aktivitas pendidikan mengalami kevakuman, kini kita menyaksikan lahirnya kembali semangat belajar anak-anak di Dusun Emori. Ini adalah keberhasilan bersama yang harus terus dijaga," ujarnya.
Istri Bupati Buru Selatan itu juga mengingatkan para orang tua agar terus mendukung pendidikan anak-anak hingga ke jenjang yang lebih tinggi.
"Kelulusan dari TK bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan pendidikan yang panjang. Terus dampingi dan dorong anak-anak untuk belajar agar kelak menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, dan mampu membangun daerah ini," pesannya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Seksi TK dan PAUD Dinas Pendidikan Kabupaten Buru Selatan, Suryani Mahulau, mengajak masyarakat untuk menjadikan momentum tersebut sebagai titik balik kebangkitan pendidikan di Dusun Emori.
Ia berharap tidak ada lagi anak-anak yang kehilangan kesempatan mengenyam pendidikan karena berbagai keterbatasan yang ada.
"Pendidikan adalah investasi terbaik untuk masa depan. Apa yang telah dibangun hari ini harus dipertahankan dan terus dikembangkan demi masa depan anak-anak kita," tegasnya.
Dukungan juga datang dari tokoh agama Dusun Emori, Pdt. Roswel Nurlatu. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk memiliki komitmen bersama dalam menyekolahkan anak-anak mereka.
"Hanya melalui pendidikan kita bisa melahirkan generasi emas yang akan membangun Dusun Emori dan Buru Selatan di masa depan. Mari berjanji bahwa anak-anak kita harus sekolah," ujarnya.
Pelepasan 10 siswa TK Leasida tahun ini bukan sekadar seremoni kelulusan, melainkan sebuah penanda bangkitnya kembali pendidikan di Dusun Emori. Dari wilayah yang sempat kehilangan aktivitas belajar selama bertahun-tahun, kini tumbuh harapan baru bahwa setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik melalui pendidikan. (KT/03)



0 Comments