Ticker

7/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Pasang Iklan? Hubungi 085344204480

HUT Ke-18 Buru Selatan, Bupati La Hamidi: Hilirisasi Ubi Kayu Jadi Penggerak Ekonomi Daerah

NAMROLE – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 Kabupaten Buru Selatan menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Buru Selatan untuk meneguhkan komitmen melanjutkan pembangunan sekaligus mempercepat transformasi ekonomi daerah melalui program hilirisasi ubi kayu. Hal itu disampaikan Bupati Buru Selatan La Hamidi saat memimpin upacara HUT ke-18 Buru Selatan di halaman Kantor Bupati, Selasa (21/7/2026).

Dalam amanatnya, La Hamidi mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga semangat persatuan dan kebersamaan dalam membangun daerah, meski dihadapkan pada tantangan ekonomi global dan keterbatasan fiskal.

Menurutnya, usia ke-18 menjadi penanda bahwa Kabupaten Buru Selatan telah memasuki fase kedewasaan sebagai daerah otonom. Momentum tersebut juga menjadi saat yang tepat untuk mengenang perjuangan para tokoh pemekaran yang telah meletakkan fondasi pembangunan daerah.

"Hari ini Kabupaten Buru Selatan genap berusia 18 tahun. Ini adalah usia yang sudah beranjak dewasa. Semangat kita tetap sama, yakni menghadirkan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat," ujar La Hamidi.

Ia mengatakan, lahirnya Kabupaten Buru Selatan bukanlah proses yang mudah. Berbagai dinamika dan perjuangan telah dilalui hingga akhirnya daerah itu resmi berdiri sebagai kabupaten definitif.

"Momentum ini juga menjadi pengingat bagi kita untuk menghargai jasa para pendahulu yang telah berjuang mewujudkan pemekaran Kabupaten Buru Selatan. Atas nama pemerintah daerah, saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh tokoh dan pejuang pemekaran yang telah menghantarkan daerah ini hingga seperti sekarang," katanya.

Sebagai penerus estafet kepemimpinan, La Hamidi bersama Wakil Bupati menegaskan komitmennya untuk terus melanjutkan pembangunan. Menurutnya, perubahan skema penganggaran nasional memang berdampak pada ruang fiskal daerah, namun hal itu tidak boleh menghambat upaya menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat.

Karena itu, pemerintah daerah akan terus membangun komunikasi dengan pemerintah pusat untuk menghadirkan berbagai program strategis yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

"Kita tidak boleh membuang energi untuk saling menyalahkan. Yang dibutuhkan hari ini adalah optimisme dan persatuan. Saya yakin pada waktunya Buru Selatan akan menjadi daerah yang lebih maju," tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat, mulai dari petani, nelayan, aparatur sipil negara hingga seluruh lapisan masyarakat, untuk memberikan kontribusi terbaik sesuai kapasitas masing-masing demi kemajuan daerah.

Hilirisasi Ubi Kayu Jadi Program Andalan

Salah satu program yang menjadi fokus Pemerintah Kabupaten Buru Selatan adalah pengembangan kawasan hilirisasi ubi kayu. Program tersebut merupakan kerja sama pemerintah daerah dengan pemerintah pusat yang melibatkan BUMN dan BUMD.

La Hamidi menjelaskan, saat ini pemerintah tengah menuntaskan proses penyiapan lahan inti dan lahan plasma sebagai syarat utama pelaksanaan investasi.

Lahan inti yang berada di kawasan Waenafwan telah ditinjau langsung, sementara Dinas Pertanian telah melakukan pendataan Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) di enam kecamatan untuk penyediaan lahan plasma milik masyarakat.

"Sekarang tinggal penetapan status lahannya. Setelah itu selesai, kami optimistis program hilirisasi ubi kayu bisa segera direalisasikan karena seluruh persyaratan dasar sudah mulai dipenuhi," jelasnya.

Menurut La Hamidi, keberadaan lahan inti akan memberikan kepastian bagi investor sehingga industri pengolahan ubi kayu dapat berkembang secara berkelanjutan dan memberikan manfaat ekonomi dalam jangka panjang.

Ia optimistis masyarakat, khususnya petani, siap mendukung program tersebut karena budidaya ubi kayu telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Buru Selatan.

"Kalau hanya menanam ubi kayu, petani kita sudah sangat siap. Yang perlu kita bangun adalah kemauan bersama untuk menyambut program ini karena manfaat ekonominya sangat besar. Ini akan membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, sekaligus menggerakkan ekonomi daerah," ungkapnya.

Ia berharap masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi turut mengambil bagian dalam menyukseskan program tersebut.

"Apapun program pemerintah tidak akan berhasil tanpa dukungan masyarakat. Karena itu mari kita lebih produktif dan proaktif agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh seluruh warga," ujarnya.

Pembacaan Sejarah LPBS hingga Penyerahan Bantuan

Rangkaian peringatan HUT ke-18 Kabupaten Buru Selatan diawali dengan upacara bendera, dilanjutkan pembacaan sejarah singkat dan Memori Lembaga Perjuangan Pembentukan Kabupaten Buru Selatan (LPBS) sebagai bentuk penghormatan kepada para pejuang pemekaran.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng, peniupan lilin, serta pemotongan kue ulang tahun sebagai simbol rasa syukur atas perjalanan 18 tahun Kabupaten Buru Selatan.

Dalam momentum tersebut, Pemerintah Kabupaten Buru Selatan juga menyerahkan berbagai bantuan kepada masyarakat melalui sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Bantuan itu menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memeriahkan hari jadi Kabupaten Buru Selatan yang berjuluk Lolik Lalen Fedak Fena. (KT/04) 

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments