Namlea – Malam Nisfu Syaban menjadi momentum istimewa yang dinanti umat Muslim untuk memperbanyak amal ibadah. Nuansa kekhusyukan itu juga terasa di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Namlea, saat warga binaan menggelar pengajian dan doa bersama pada Senin malam (2/2) sebagai bentuk refleksi spiritual dan persiapan menyambut bulan suci Ramadhan.
Kepala Lapas Kelas III Namlea, Muhammad M. Marasabessy, yang turut hadir dan larut dalam suasana religius tersebut, menyampaikan bahwa kegiatan doa bersama ini merupakan ungkapan rasa syukur atas diperingatinya malam pertengahan bulan Syaban, atau malam tanggal 15 dalam kalender Hijriah.
“Malam Nisfu Syaban memiliki makna yang sangat penting bagi umat Muslim, termasuk warga binaan. Karena itu, kami memfasilitasi pengajian dan doa bersama agar momentum ini benar-benar dimanfaatkan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT,” ujarnya.
Salah satu warga binaan, RU, mengungkapkan bahwa peringatan Nisfu Syaban juga menjadi pengingat akan datangnya bulan suci Ramadhan yang tinggal menghitung hari. Menurutnya, malam tersebut menjadi waktu yang tepat untuk meningkatkan kualitas ibadah.
“Ini adalah kesempatan bagi kami untuk memperbanyak sholat, mengaji, dzikir, dan amalan lainnya agar memperoleh keberkahan dan pahala sebelum memasuki bulan puasa,” tuturnya.
Selain sebagai kegiatan keagamaan, pengajian dan doa bersama ini juga menjadi bagian dari program pembinaan kepribadian warga binaan. Melalui pendekatan spiritual, diharapkan terjadi peningkatan kualitas kerohanian serta ketaatan dalam menjalankan ajaran Islam.
Kepala Subseksi Pembinaan Lapas Namlea, Mustafa La Abidin, berharap momentum Nisfu Syaban dan Ramadhan yang akan datang dapat dimanfaatkan warga binaan secara maksimal untuk memperkuat iman dan takwa.
“Kami berharap selama bulan Ramadhan nanti, warga binaan dapat mengisinya dengan kegiatan positif yang bernilai ibadah sehingga memberikan dampak baik bagi perubahan sikap dan perilaku ke arah yang lebih baik,” pungkasnya. (Wit)

0 Comments