SIKKA, 30 Januari 2026 — Memasuki hari keenam, upaya pencarian terhadap dua nelayan asal Desa Paga, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka, yakni Anwar Mahmud dan Norisius Sapa, yang hilang di perairan Pantai Selatan Flores sejak Minggu (25/1), belum membuahkan hasil. Keterbatasan sarana dan kondisi cuaca ekstrem memicu kekecewaan serta kritik keras dari masyarakat terhadap Pemerintah Kabupaten Sikka.
Di tengah duka keluarga korban yang terus menanti kabar di pesisir pantai, sejumlah warga menilai respons pemerintah daerah belum maksimal, terutama dalam hal penyediaan armada dan teknologi pencarian yang memadai untuk menghadapi karakter perairan Pantai Selatan Flores yang dikenal berarus kuat dan bergelombang tinggi.
Perwakilan warga Desa Paga, Ikel, menyampaikan bahwa masyarakat merasa terdapat ketimpangan penanganan operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) jika dibandingkan dengan sejumlah kasus serupa di daerah lain, khususnya yang melibatkan warga negara asing.
“Kami melihat perbedaan perlakuan dalam operasi SAR. Di beberapa daerah lain, ketika ada kasus melibatkan turis asing, negara mengerahkan helikopter, kapal besar, hingga teknologi pendeteksi canggih. Sementara di sini, nelayan kami hanya dicari dengan peralatan terbatas. Ini yang melukai rasa keadilan masyarakat,” ujar Ikel kepada wartawan, Kamis (30/1).
Warga menilai penggunaan perahu karet dan armada kecil kurang efektif untuk pencarian di laut lepas, terutama di tengah cuaca yang tidak bersahabat. Mereka mendesak agar pemerintah daerah secara aktif meminta dukungan tambahan dari pemerintah provinsi maupun pusat, termasuk kemungkinan pengerahan helikopter, kapal SAR berukuran besar, serta teknologi pencarian seperti drone.
“Kami tidak menolak kerja tim di lapangan, tapi yang kami butuhkan adalah penguatan alat dan armada. Keselamatan relawan dan peluang menemukan korban sangat bergantung pada itu,” tambahnya.
Masyarakat juga meminta Bupati Sikka turun langsung memimpin langkah-langkah strategis penanganan darurat, bukan sekadar melalui koordinasi administratif. Menurut warga, kepala daerah memiliki kewenangan untuk mengajukan permintaan bantuan lintas instansi dan mengaktifkan skema anggaran darurat dalam situasi kemanusiaan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemkab Sikka dan Basarnas setempat menyatakan bahwa operasi pencarian masih terus dilakukan dengan mempertimbangkan faktor keselamatan tim SAR. Namun, keterbatasan cuaca dan sarana diakui menjadi tantangan utama dalam proses pencarian.
Masyarakat Desa Paga menyatakan akan terus menyuarakan aspirasi mereka hingga ada langkah konkret berupa penambahan armada dan teknologi pencarian. Mereka berharap negara hadir secara nyata dalam situasi darurat, tanpa memandang latar belakang sosial korban.
Tuntutan Masyarakat Desa Paga:
Pemerintah Kabupaten Sikka segera mengupayakan penambahan armada dan teknologi SAR yang lebih memadai.
Adanya koordinasi aktif dengan pemerintah provinsi dan pusat untuk dukungan helikopter dan kapal besar.
Transparansi dan komunikasi terbuka kepada keluarga korban terkait perkembangan pencarian.
Kasus ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan dan keadilan dalam penanganan bencana dan musibah laut, terutama bagi masyarakat pesisir yang menggantungkan hidupnya pada laut. (MM)

0 Comments