Ticker

7/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Pasang Iklan? Hubungi 085344204480



RDP dengan Komisi VI DPR RI, Pertamina Perkuat Distribusi Energi dan Tertibkan Solar Subsidi

Jakarta – PT Pertamina (Persero) menegaskan komitmennya dalam mendukung visi Pemerintah melalui Asta Cita, khususnya dalam mewujudkan swasembada energi dan memperkuat ekonomi masyarakat lewat kolaborasi berkelanjutan. Komitmen tersebut disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI pada 11 Februari 2026 di Jakarta.

Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, menyatakan bahwa sebagai perusahaan energi nasional, Pertamina terus meningkatkan layanan energi kepada masyarakat, termasuk melalui penguatan struktur bisnis dan transformasi operasional.

Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah integrasi bisnis hilir melalui pembentukan Subholding Downstream. Kebijakan ini bertujuan memperkuat rantai pasok, meningkatkan efisiensi, serta memastikan ketahanan (resiliency) operasional dalam jangka panjang.

“Melalui dukungan berbagai pihak dan setelah melalui pertimbangan yang matang, kami melakukan integrasi bisnis hilir melalui Subholding Downstream untuk memperkuat sistem distribusi energi nasional,” ujar Simon.

Dalam RDP tersebut, turut dibahas peran Pertamina dalam penanggulangan bencana hidrometeorologi di wilayah Sumatra serta partisipasi perusahaan dalam Program Koperasi Desa Merah Putih. Dukungan ini diarahkan untuk memperkuat ekosistem distribusi energi di desa serta memastikan akses energi yang merata bagi masyarakat.

“Pertamina melakukan koordinasi lintas pemangku kepentingan agar program berjalan tertib, tepat sasaran, dan memberi dampak langsung bagi masyarakat,” tambahnya.

Isu keberlangsungan distribusi BBM subsidi juga menjadi sorotan. Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Nurdin Halid, menyampaikan temuan lapangan saat melakukan inspeksi mendadak di SPBU KM 13, Kecamatan Balikpapan Utara. Dalam sidak tersebut ditemukan antrean truk beroda 10 yang hendak mengisi Solar Subsidi.

Setelah ditelusuri, kendaraan tersebut seharusnya menggunakan Solar Industri dan tidak berhak menerima subsidi. Berdasarkan regulasi, Solar Subsidi diperuntukkan bagi angkutan umum serta kendaraan pengangkut bahan pokok tertentu.

“Antrean sengaja dilakukan bukan karena pasokan atau pelayanan Pertamina kurang, namun mereka sengaja mengantri untuk mengambil selisih dari harga solar subsidi. Sehingga, berapapun Solar Subsidi yang dikirim Pertamina, pasti akan habis,” ujar Nurdin.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, memberikan apresiasi atas respons cepat Pertamina dalam menjaga pasokan energi di wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

“Saya ucapkan terima kasih atas gerak cepat Pertamina membantu permasalahan bencana di Sumatra Barat, Aceh dan Sumatra Utara. Saya merasakan betul, pengiriman BBM direspon dengan cepat oleh Pertamina. Pertamina merupakan salah satu BUMN yang responsif,” ujar Andre.

Melalui berbagai langkah strategis tersebut, Pertamina menegaskan perannya sebagai BUMN energi yang tidak hanya fokus pada keberlanjutan bisnis, tetapi juga berkontribusi langsung terhadap ketahanan energi nasional dan kesejahteraan masyarakat. (Wit) 

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments