Ticker

7/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Pasang Iklan? Hubungi 085344204480

Torso Tirto Adhi Soerjo dan Samin Surosentiko Hadiahkan Spirit Sejarah untuk PWI Pusat

JAKARTA, 31 Januari 2026 - Dua patung torso karya pematung lokal asal Blora, Witono, yang menggambarkan tokoh pers nasional Tirto Adhi Soerjo (1880–1918) dan tokoh gerakan Samin Samin Surosentiko (1859–1914), akan dihadiahkan Bupati Blora Arief Rohman kepada Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat. Penyerahan karya seni tersebut direncanakan berlangsung di sela perayaan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Banten, pada 7–9 Februari 2026.

Rencana pemberian patung itu disampaikan Ketua PWI Blora, Heri Purnomo, kepada Direktur Anugerah Seni dan Kebudayaan PWI Pusat, Yusuf Susilo Hartono, melalui sambungan telepon, Sabtu (31/1/2026).

“Ini merupakan ungkapan terima kasih, karena Bupati Blora termasuk salah satu dari sepuluh bupati/wali kota yang menerima Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2026,” ujar Heri.

Menurut Heri, kedua patung tersebut nantinya akan menghuni Kantor PWI Pusat, Lantai 4 Gedung Dewan Pers, Jakarta, dan diharapkan menjadi sumber inspirasi bagi insan pers.

“Dari Samin Surosentiko kita belajar nilai kejujuran, kehati-hatian dalam bertutur, serta sikap saling menghormati. Sementara dari Tirto Adhi Soerjo, kita belajar bahwa jurnalisme tidak hanya bertugas melaporkan peristiwa, tetapi juga mengedukasi dan menggerakkan kesadaran masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Yusuf Susilo Hartono menyampaikan bahwa penyerahan kedua patung dari Bupati Blora kepada Ketua Umum PWI Pusat dijadwalkan dalam Dialog Kebudayaan bersama Menteri Kebudayaan, yang akan digelar di Hotel Horison UPI, Serang, Banten, pada Minggu (8/2/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.

Acara tersebut rencananya akan disaksikan langsung oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon, sepuluh bupati dan wali kota penerima Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2026, para anggota Dewan Juri, serta lebih dari 100 peserta dialog dari berbagai daerah yang terdiri atas kepala dinas, seniman, budayawan, dan wartawan.

Apik dan Berkarakter

Kedua patung torso tersebut dibuat dari gembol atau bonggol akar kayu jati khas Blora. Dari perspektif seni rupa, karya ini dinilai memiliki kekuatan karakter dan ketepatan ekspresi wajah tokoh.

Pengamat seni rupa Indonesia Agus Dermawan T, yang juga merupakan salah satu Dewan Juri Anugerah Kebudayaan PWI Pusat, mengaku terkesan meski baru melihat dokumentasi fotonya.

“Wah, keren. Pahatan wajahnya kena dan berkarakter,” ujarnya.

Agus menilai karya Witono menarik karena mampu menghadirkan wajah tokoh dengan pendekatan yang nyaris presisi terhadap referensi sejarah. Karakter ketokohan dinilai berhasil ditampilkan, sehingga sikap kuat serta citra intelektualitas kedua figur tersebut tergambar jelas.

“Didukung pula oleh penyisaan bonggol kayu jati tua, yang bisa dimaknai sebagai simbol sejarah besar suatu zaman. Patung ini apik dan layak ditilik bersama,” tegasnya.

Lebih jauh, Agus juga melontarkan gagasan agar kehadiran patung ini dapat menjadi pemicu bagi PWI Pusat untuk menghadirkan ruang khusus atau semacam museum, yang menyimpan “tanda budaya” dari para bupati dan wali kota penerima Anugerah Kebudayaan PWI Pusat dari tahun ke tahun. (Rle) 

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments