Ambon - Upaya penguatan kapasitas generasi muda Maluku Barat Daya (MBD) terus digencarkan melalui berbagai pendekatan strategis. Salah satunya melalui kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) yang digelar oleh sejumlah organisasi paguyuban lintas MBD di Ambon, Kamis (19/3/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula A PGSD Universitas Pattimura ini mengusung tema “Bangkit, Berani, dan Berkarya untuk Generasi Emas Maluku Barat Daya.” Acara dibuka secara simbolik melalui pemukulan tifa oleh Ketua Umum Gerakan Mahasiswa Maluku Barat Daya, Krisandi Petrik Laurika, yang disaksikan para ketua paguyuban lainnya.
Prosesi tersebut tidak hanya menjadi penanda dimulainya kegiatan, tetapi juga mencerminkan nilai kearifan lokal dan semangat kebersamaan masyarakat Maluku dalam membangun solidaritas lintas generasi.
LDK ini merupakan hasil kolaborasi enam organisasi, yakni GEMA MBD, Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Mdona Nyera, Gerakan Mahasiswa Letty, Ikatan Keluarga Hila Solath Oirleli, Persekutuan Mahasiswa Asal Pulau Kisar, serta Himpunan Mahasiswa Lakor. Sinergi ini mencerminkan komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya generasi muda dari wilayah MBD.
Lebih dari 100 peserta yang terdiri dari mahasiswa, pelajar, dan pemuda turut ambil bagian dalam kegiatan ini. Tingginya partisipasi menunjukkan antusiasme besar terhadap pengembangan kapasitas diri serta kesadaran akan pentingnya kepemimpinan sebagai instrumen perubahan sosial, terutama di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Secara substansi, LDK ini tidak hanya menjadi ruang transfer pengetahuan, tetapi juga wadah diskusi intelektual, konsolidasi gagasan, serta penguatan jejaring sosial antaranggota paguyuban. Kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan solidaritas yang lebih kuat sekaligus memperluas perspektif peserta dalam merespons dinamika sosial dan pembangunan di daerah asal.
Untuk menunjang kualitas kegiatan, panitia menghadirkan sejumlah narasumber berkompeten. Guru Besar Universitas Pattimura, Yusthinus Male, membawakan materi tentang motivasi organisasi di era generasi Z, dengan penekanan pada pentingnya kepemimpinan yang adaptif dan inklusif.
Sementara itu, akademisi Institut Agama Kristen Negeri Ambon, Rickar Sahetapy, mengupas pentingnya kemampuan public speaking sebagai dasar kepemimpinan yang efektif.
Materi lainnya disampaikan oleh Riller Katipana tentang critical thinking, Zam Arnando Mesak mengenai agitasi dan propaganda yang etis, Samuel Salmanu terkait teori dan etika kepemimpinan, serta Atalia N. Septori yang membahas mekanisme persidangan organisasi.
Melalui rangkaian materi yang komprehensif ini, kegiatan LDK diharapkan mampu melahirkan kader-kader muda Maluku Barat Daya yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas, kemampuan kepemimpinan, serta komitmen terhadap pembangunan daerah.
Ke depan, kegiatan ini diharapkan menjadi bagian dari proses regenerasi kepemimpinan yang berkelanjutan, guna mewujudkan generasi emas Maluku Barat Daya yang adaptif, progresif, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun global. (KT/MS)

0 Comments