Ticker

7/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Pasang Iklan? Hubungi 085344204480



Konsolidasi Regional BPAN Maluku Resmi Ditutup, Perkuat Peran Pemuda Adat

Haruku – Kegiatan konsolidasi regional Barisan Pemuda Adat Nusantara (BPAN) wilayah Kepulauan Maluku resmi ditutup pada Kamis (30/4/2026) di Rumah Kewang, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, sejak Selasa (28/4/2026), tersebut diisi dengan berbagai agenda strategis, mulai dari penguatan kapasitas hingga refleksi gerakan pemuda adat dalam menjaga eksistensi budaya dan wilayah adat.

Penutupan kegiatan diawali dengan sambutan dari jajaran pengurus Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Maluku dan BPAN, yang menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam merawat serta mempertahankan nilai-nilai adat di tengah tantangan zaman.

Ketua Umum BPAN, Hero Aprila, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Negeri Haruku sebagai tuan rumah yang telah memberikan dukungan penuh selama kegiatan berlangsung.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada tuan rumah, terutama ibu-ibu yang telah menyiapkan makanan dan tempat tinggal bagi peserta selama kegiatan ini,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa generasi muda adat memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga tradisi sekaligus membangun koneksi pemikiran dengan para tetua adat.

“Kita harus lebih banyak berbicara tentang bagaimana merawat adat dan budaya, serta bagaimana generasi kita dapat terus terhubung dengan nilai-nilai yang diwariskan oleh orang tua,” katanya.

Menurut Hero, di era digital saat ini, pemuda adat juga dituntut untuk mampu memanfaatkan media sosial sebagai ruang strategis dalam memperkenalkan identitas dan jati diri kepada publik luas.

“Media sosial harus menjadi ruang untuk menunjukkan siapa kita sebenarnya, tanpa melupakan akar budaya yang kita miliki,” tegasnya.

Ia berharap, konsolidasi ini dapat memperkuat komitmen pemuda adat di Maluku dalam menjaga warisan leluhur serta mempererat solidaritas antar generasi.

“Biarlah slogan ‘katong orang sudara’ menjadi pemantik kebersamaan dan kekuatan dalam membangun solidaritas pemuda adat,” tuturnya.

Sementara itu, Dewan AMAN Daerah Lease, Clif Kissya, menyampaikan bahwa selama tiga hari kegiatan, para peserta memperoleh banyak pembelajaran penting terkait nilai-nilai adat dan budaya.

“Yang paling penting, kita memiliki tanah dan kampung yang memberi kehidupan bagi kita. Itu harus dijaga,” ungkapnya.

Ketua AMAN Maluku, Lenny Patty, yang sekaligus menutup kegiatan tersebut, mengajak seluruh peserta untuk menjadikan semangat gerakan sebagai aksi nyata di wilayah adat masing-masing.

“Bangkit, bersatu, bergerak, dan mengurus wilayah adat. Semoga ini bukan sekadar slogan, tetapi diwujudkan dalam tindakan nyata,” tegasnya.

Sebagai penutup, kegiatan dirangkaikan dengan pentas budaya yang menampilkan tarian Toki Gaba-gaba oleh pengurus Kampung BPAN Haruku dan Samet. Acara juga diisi dengan pembacaan puisi oleh Moses Serihollo dari BPAN Nuduwasiwa serta Eston Halamury dari Pengurus Wilayah BPAN Maluku.

Konsolidasi ini diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat jaringan, solidaritas, serta peran strategis pemuda adat dalam menjaga dan mengelola wilayah adat di Maluku. (FO) 

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments