Ticker

7/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Pasang Iklan? Hubungi 085344204480



PFpreneur 2026 Resmi Dibuka, Pertamina Dorong UMKM Perempuan Naik Kelas

Jakarta - Perempuan pelaku usaha memiliki peran strategis dalam menggerakkan ekonomi keluarga sekaligus komunitas. Untuk memperkuat peran tersebut, Pertamina melalui Pertamina Foundation kembali membuka program PFpreneur 2026, sebuah program pembinaan UMKM yang berfokus pada pengembangan wirausaha perempuan (womenpreneur).

Pendaftaran PFpreneur dibuka mulai 2 Maret hingga 29 Maret 2026 melalui laman resmi pertaminafoundation.org. Program ini diperuntukkan bagi perempuan Warga Negara Indonesia berusia minimal 18 tahun yang telah memiliki usaha aktif sekurang-kurangnya enam bulan di sektor fesyen, kerajinan, kuliner, dan agribisnis. Peserta mendaftar secara berkelompok, terdiri dari tiga hingga lima orang, dan wajib mengikuti seluruh tahapan seleksi serta pembinaan.

Vice President CSR & SMEPP Pertamina, Rudi Ariffianto, menyebut PFpreneur sebagai gerbang awal dalam ekosistem pembinaan UMKM Pertamina.

“PFpreneur ini adalah gerbang emas untuk menuju keluarga besar binaan Pertamina. Di sini para womenpreneur diperkuat fondasi usahanya, mulai dari mindset kewirausahaan, model bisnis dan branding, hingga literasi digital untuk keuangan dan pemasaran. Setelah itu, mereka bisa melaju ke pembinaan lanjutan seperti UMK Academy dan Pertapreneur Aggregator,” ujar Rudi, Senin (2/3).

Sejak diluncurkan pada 2020, PFpreneur telah melatih 6.325 wirausaha perempuan, dengan 840 di antaranya menjadi binaan aktif. Pada ajang UMK Academy dan Pertapreneur Aggregator 2025, tujuh alumni PFpreneur berhasil menjadi champion UMK Academy, sementara enam lainnya masuk jajaran Top 10 Pertapreneur Aggregator.

Salah satu kisah inspiratif datang dari Papua melalui brand Sasagu. Dipimpin Herlina, Sasagu mengolah sagu pangan identitas masyarakat adat Papua menjadi produk modern bebas gluten setelah melalui riset lebih dari empat tahun. Produk yang dihasilkan mulai dari cookies, tepung premix, hingga cake berbasis sagu.

Tak hanya membangun bisnis, Sasagu juga memberdayakan petani dan mama-mama Papua dalam rantai produksinya. Setelah bergabung dalam PFpreneur, kapasitas dan jejaring usaha Sasagu berkembang pesat hingga menembus UMK Academy tingkat nasional dan berhasil mengekspor produk ke Papua Nugini, Jerman, dan Jepang.

President Director Pertamina Foundation, Agus Mashud S. Asngari, menegaskan bahwa PFpreneur dirancang sebagai program strategis untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing UMKM perempuan.

“Womenpreneur bukan hanya menjalankan usaha, tetapi juga menjaga ketahanan ekonomi keluarga dan lingkungan sekitarnya. Melalui pelatihan terintegrasi, kurasi berjenjang, hingga inkubasi bisnis, PFpreneur diharapkan melahirkan pelaku usaha perempuan yang tangguh dan adaptif terhadap transformasi digital,” jelas Agus.

Program PFpreneur juga sejalan dengan arah kebijakan Asta Cita, khususnya dalam mendorong penciptaan lapangan kerja berkualitas, penguatan kewirausahaan, dan pengembangan industri kreatif.

Dengan kembali dibukanya pendaftaran tahun ini, PFpreneur diharapkan menjadi ruang tumbuh bagi lebih banyak perempuan Indonesia untuk naik kelas, memperluas pasar, dan memperkuat kemandirian ekonomi berbasis komunitas.

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments