Ticker

7/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Pasang Iklan? Hubungi 085344204480



PLN Group Ukir Prestasi di Panggung Internasional, Selesaikan Proyek Elektrifikasi Kereta ECRL Malaysia Lebih Cepat dari Target

Kuala Lumpur – Kinerja membanggakan kembali ditorehkan oleh PT PLN (Persero) di tingkat global. Melalui subholding pembangkitan, PLN Nusantara Power, dan anak usahanya PLN Nusantara Power Construction (PLN NPC), PLN Group berhasil menyelesaikan dua titik proyek elektrifikasi East Coast Rail Link (ECRL) di Malaysia lebih cepat dari jadwal yang telah ditetapkan.

Keberhasilan ini menjadi bukti nyata kapasitas dan profesionalisme perusahaan energi milik Indonesia dalam mengerjakan proyek infrastruktur berskala internasional.

Dua titik yang berhasil diselesaikan lebih awal adalah Feeder Station (FS) 01 di Tunjung, Kelantan dan FS 09 di Jambu Rias, Pahang. Proyek FS 01 di Tunjung bahkan berhasil diselesaikan 15 hari lebih cepat dari target, sementara FS 09 di Jambu Rias mencatat percepatan yang lebih signifikan dengan rampung satu bulan lebih awal dari jadwal.

Penyelesaian proyek yang melampaui target waktu tersebut mendapat apresiasi tinggi dari Tenaga Nasional Berhad (TNB) sebagai pemilik jaringan listrik serta Tenaga Switchgear (TSG) yang bertindak sebagai Project Delivery Partner (PDP).

Head Project Management Office TNB, Azreen Bin Othman, menyampaikan bahwa keberhasilan PLN dalam menyelesaikan koneksi dari Pencawang Masuk Utama (Gardu Induk) Tunjung hingga Feeder Station menjadi komponen penting dalam sistem elektrifikasi proyek kereta tersebut.

Menurutnya, pencapaian tersebut mencerminkan dedikasi dan profesionalisme tinggi yang ditunjukkan oleh PLN dalam pelaksanaan proyek strategis ini.

“Lebih awal dari target yang ditetapkan. Ini merupakan capaian yang sangat membanggakan. Kami melihat PLN menunjukkan komitmen dan kesungguhan yang tinggi dalam memastikan proyek ini selesai dengan cepat tanpa mengesampingkan kualitas,” ujarnya.

Proyek East Coast Rail Link sendiri merupakan salah satu pembangunan infrastruktur transportasi terbesar di kawasan Asia Tenggara. Jalur kereta listrik ganda ini memiliki panjang sekitar 665 kilometer, menghubungkan Port Klang di Selangor dengan Kota Bharu di Kelantan.

Ketika mulai beroperasi pada tahun 2027, jalur kereta ini akan sepenuhnya menggunakan tenaga listrik untuk operasional penumpang maupun angkutan kargo. Proyek ini juga diproyeksikan memberikan dampak lingkungan yang signifikan dengan pengurangan emisi karbon hingga satu juta ton CO₂ per tahun, menjadikannya bagian penting dari upaya pengembangan transportasi rendah karbon di kawasan.

Azreen menambahkan, pihaknya sangat puas dengan kualitas pekerjaan yang ditunjukkan PLN dan berharap kolaborasi tersebut dapat terus berlanjut pada fase pembangunan berikutnya.

“Kami sangat puas dengan hasilnya dan berharap pencapaian luar biasa ini dapat terus berlanjut pada proyek-proyek berikutnya di Pencawang Seberang Jerteh dan Gombak,” tambahnya.

Keberhasilan ini sekaligus mempertegas kontribusi Indonesia dalam mendukung pembangunan infrastruktur energi dan transportasi modern di kawasan Asia Tenggara. Kehadiran PLN dalam proyek tersebut menunjukkan bahwa perusahaan nasional Indonesia mampu bersaing dan dipercaya dalam proyek strategis lintas negara.

Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa capaian ini merupakan hasil dari transformasi besar yang tengah dilakukan PLN dalam memperluas kiprah bisnis hingga ke tingkat internasional.

Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi pijakan penting bagi PLN Group untuk terus memperkuat posisi di pasar global.

“Keberhasilan ini menjadi pijakan strategis bagi PLN Group untuk terus memperluas proses bisnis di level internasional. Dengan kompetensi teknis dan pengalaman di bidang kelistrikan yang dimiliki, kami yakin mampu menyelesaikan proyek sesuai standar internasional sekaligus mengharumkan nama bangsa di level dunia,” jelasnya.

Dalam proyek ECRL ini, PLN Group terlibat sebagai bagian dari konsorsium Engineering, Procurement, Construction, and Commissioning (EPCC). Dalam pembagian tugas tersebut, PLN Nusantara Power berperan dalam pengadaan peralatan utama, sementara PLN Nusantara Power Construction bertanggung jawab atas pengadaan peralatan pendukung, pelaksanaan konstruksi, hingga proses komisioning.

Secara teknis, PLN Group menangani empat dari total sepuluh Feeder Station yang menjadi bagian dari proyek ECRL, yakni FS1, FS2, FS9, dan FS10. Proyek ini sendiri dimulai pada Juni 2024 dan ditargetkan selesai secara keseluruhan pada Juni 2026.

Direktur Utama PLN Nusantara Power, Ruly Firmansyah, menegaskan bahwa keberhasilan menyelesaikan proyek lebih cepat dari target menjadi bukti bahwa perusahaan Indonesia memiliki kapasitas yang kuat untuk terlibat dalam proyek-proyek strategis di tingkat internasional.

“Penyelesaian lebih cepat dari target menjadi bukti bahwa perusahaan Indonesia mampu bersaing dan dipercaya dalam proyek strategis lintas negara. Ini bukan hanya pencapaian bisnis, tetapi juga kebanggaan nasional,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama PLN Nusantara Power Construction, Djarot Hutabri, menjelaskan bahwa perusahaannya memiliki pengalaman panjang di sektor konstruksi ketenagalistrikan yang menjadi modal utama dalam menyukseskan proyek ini.

PLN NPC, kata dia, telah memiliki lebih dari 20 tahun pengalaman dalam bidang pembangkitan dan transmisi listrik, sehingga mampu menjalankan proyek kompleks dengan standar kualitas tinggi.

Ia juga memastikan bahwa PLN NPC siap melaksanakan konsep design and build untuk elektrifikasi Feeder Station ECRL, yang meliputi pembangunan 132 kV Switching Station, instalasi Overhead Transmission Line (OHL), serta pemasangan Underground Cable sepanjang tiga kilometer beserta berbagai pekerjaan pendukung lainnya.

“Capaian ini mencerminkan kapabilitas, profesionalisme, dan komitmen seluruh insan PLN NPC dalam menghadirkan layanan konstruksi ketenagalistrikan yang andal, tepat waktu, dan berstandar global. Apresiasi dari TSG dan TNB menjadi bukti bahwa kami mampu memberikan nilai tambah bagi mitra strategis,” pungkas Djarot. (W) 

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments