Namlea – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Namlea terus menjalin kerja sama erat dengan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Buru dalam membina kerohanian warga binaan. Hal itu kembali terlihat melalui program Jumat Religi yang dilaksanakan di Masjid Sultan Al-Akhyar Lapas Namlea dan diikuti seluruh warga binaan beragama Islam, Jumat (24/4).
Kepala Subseksi Pembinaan, Mustafa La Abidin, menyampaikan bahwa perubahan karakter dan perilaku warga binaan menjadi salah satu tujuan utama kegiatan tersebut.
“Ada beberapa warga binaan yang masih awam dengan agama bahkan selama kehidupannya di luar. Di sini, kami benahi semuanya, kami ajarkan tata cara ibadah yang baik dan benar, membaca Al-Qur’an, serta diberikan pencerahan dari para penyuluh agar perilaku dan kepribadiannya mengalami perubahan positif dari waktu ke waktu,” ujar Mustafa.
Ia menambahkan, pembinaan kerohanian merupakan hak warga binaan sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan, di mana setiap narapidana maupun tahanan berhak mendapatkan perawatan jasmani dan rohani.
Karena itu, Lapas Namlea dan Kemenag Buru terus solid bekerja sama demi mewujudkan salah satu tujuan sistem pemasyarakatan tersebut.
“Agar lebih efektif, kami bekerja sama dengan Kemenag untuk menghadirkan penyuluh agama Islam yang dapat memberikan pembinaan lebih terukur bagi warga binaan,” tambahnya.
Sementara itu, penyuluh Islam Kemenag Buru, Muhammad Tahir, mengatakan pembinaan diberikan secara bertahap dengan topik berbeda setiap pekan.
“Untuk hari ini kami berikan tausiah dan kultum, kemudian minggu berikutnya kami ajarkan baca tulis Al-Qur’an serta tata cara ibadah lainnya,” tuturnya. (LO)

0 Comments