Namrole – Majelis Pekerja Klasis (MPK) Buru Selatan melaksanakan Training of Trainers (TOT) Penataran Majelis Jemaat Tahun 2026 yang diikuti oleh para pendeta, penginjil, penatua, dan diaken se-Klasis Buru Selatan. Kegiatan ini menjadi tindak lanjut keputusan Persidangan ke-62 Klasis GPM Buru Selatan Tahun 2026.
Ketua Klasis Buru Selatan, Pdt. W. F. Lesbassa, mengatakan bahwa pelayanan gereja merupakan panggilan mulia yang harus dijalankan dengan penuh rasa syukur, tanggung jawab, dan kesetiaan kepada Tuhan.
"Kita patut bersyukur, sebab kesempatan melayani adalah anugerah dari Tuhan. Pelayanan ini hanya terjadi karena kasih dan kemurahan-Nya," ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa Tuhan adalah pemilik gereja dan akan terus menyertai setiap pelayan dalam menjalankan tugas di tengah jemaat.
"Tuhan yang memanggil, Tuhan pula yang memampukan. Karena itu iman dan pengharapan kita harus tetap hidup dalam setiap proses pelayanan," jelasnya.
Menurutnya, kegiatan penataran ini bertujuan memperkuat kapasitas para pelayan gereja dalam menata sistem pelayanan, organisasi, administrasi, serta pengelolaan aset gereja secara profesional dan bertanggung jawab.
"Kita ingin seluruh pelayanan berjalan tertib, terarah, dan memberi dampak nyata bagi pertumbuhan jemaat," katanya.
Dalam arahannya, ia juga menekankan pentingnya semangat 3T sebagai fondasi utama pelayanan gereja, yaitu:
Tertib Administrasi
Tertib Keuangan
Tertib Pelayanan
"Jika tiga hal ini dijalankan dengan baik, maka pelayanan gereja akan semakin kuat, sehat, dan dipercaya umat," tegasnya.
Pelaksanaan TOT dilakukan secara bertahap di empat rayon, yakni:
Rayon Timur di Jemaat GPM Waenono-Kamlanglale (22–24 April 2026)
Rayon Pegunungan di Jemaat GPM Waekatin (28–30 April 2026)
Rayon Barat di Jemaat GPM Waeturan (3–5 Mei 2026)
Rayon Pusat Klasis di Jemaat GPM Leksula (6–8 Mei 2026)
Ketua Klasis juga menyampaikan apresiasi kepada Majelis Jemaat, para pelayan, serta seluruh warga jemaat di Waenono-Kamlanglale atas dukungan dan sambutan yang baik sehingga kegiatan perdana dapat berjalan sukses.
"Terima kasih atas kerja sama dan dukungan semua pihak. Kebersamaan seperti inilah yang memperkuat pelayanan kita," ujarnya.
Kegiatan ini menghadirkan fasilitator berpengalaman, yakni Pdt. Ny. J. Talahatu selaku Kepala Bagian Personalia Sinode GPM, Pdt. W. F. Lesbassa, serta Sekretaris Klasis Buru Selatan Pdt. S. M. Redjo.
Menutup arahannya, Ketua Klasis meminta seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh.
"Ini adalah ruang belajar bersama, bukan ruang penilaian. Karena itu saya berharap seluruh peserta fokus, aktif, dan serius agar ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dalam pelayanan jemaat," pungkasnya. (KT/05)

0 Comments