Ambon - Barisan Pemuda Adat Nusantara (BPAN) menggelar Konsolidasi Regional Kepulauan Maluku di Rumah Kewang, Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah, Selasa (28/4/2026). Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari itu menjadi ruang strategis bagi pemuda adat untuk memperkuat komitmen dalam menjaga nilai-nilai adat sekaligus kelestarian lingkungan.
Konsolidasi tersebut dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Ketua Umum BPAN Hero Aprillia, Raja Negeri Haruku Yapi Ferdinandus, perwakilan Dewan Pemuda Adat Nusantara Maluku Said Lajal Arloy, Ketua PH AMAN Maluku Lenny Patty, Ketua Dewan AMAN Daerah Lease Clif Kissya, para pemangku adat, serta pengurus kampung BPAN.
Dalam sambutannya, Raja Negeri Haruku, Yapi Ferdinandus, menyampaikan kebanggaannya atas kepercayaan menjadikan Haruku sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan. Ia menilai pemuda adat memiliki peran sentral dalam menjaga kelestarian alam dan adat istiadat di tengah tantangan global yang terus berkembang.
“Kesempatan ini menjadi kebanggaan bagi kami. Pemuda adat memiliki peran penting untuk terus berkarya dalam menjaga tatanan adat yang telah diwariskan,” ujarnya.
Ia berharap, konsolidasi tersebut dapat melahirkan gagasan konkret dan langkah strategis untuk memperkuat eksistensi masyarakat adat di masa mendatang.Sementara itu, Ketua Dewan AMAN Daerah Lease, Clif Kissya, menegaskan bahwa pemilihan Haruku sebagai lokasi kegiatan telah melalui berbagai pertimbangan. Salah satunya untuk mempererat hubungan antara nilai-nilai adat dengan generasi muda sebagai penerus.
“Perubahan zaman tidak boleh menghilangkan nilai-nilai adat. Justru harus terus dilestarikan dan diwariskan,” katanya.
Ketua Umum BPAN, Hero Aprillia, dalam arahannya menekankan pentingnya konsistensi organisasi sejak dideklarasikan pada tahun 2019 di Bogor. Menurutnya, BPAN hadir sebagai ruang perjuangan bagi pemuda adat untuk menyalurkan aspirasi serta memperkuat posisi masyarakat adat di berbagai wilayah Nusantara.
“BPAN menjadi wadah bagi keresahan pemuda di kampung-kampung. Kita harus bergerak hari ini untuk mempertahankan adat istiadat dan memperkuat eksistensi sebagai masyarakat adat yang utuh,” tegasnya.
Senada dengan itu, Ketua PH AMAN Maluku, Lenny Patty, menyebut kegiatan ini sebagai ruang belajar bersama bagi pemuda adat. Ia berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan momentum konsolidasi untuk memperdalam pemahaman dan memperkuat semangat dalam melanjutkan nilai-nilai adat.
“Pemuda adat harus tetap semangat, karena kalian adalah penerus tatanan dan nilai-nilai adat di masa depan,” ujarnya.
Kegiatan konsolidasi regional ini diharapkan menghasilkan rekomendasi strategis yang berdampak luas terhadap penguatan peran pemuda adat, sekaligus menjaga keberlanjutan nilai budaya dan kearifan lokal di Kepulauan Maluku. (KT/EH)


0 Comments