JAKARTA – Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmennya dalam menjaga ketahanan energi nasional melalui penyediaan dan distribusi energi yang andal, aman, serta merata ke seluruh wilayah Indonesia.
Sebagai subholding downstream, perusahaan terus memperkuat infrastruktur dan memastikan keberlanjutan pasokan energi, khususnya LPG, demi memenuhi kebutuhan masyarakat hingga ke pelosok negeri.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV. Dumatubun, menegaskan bahwa keandalan distribusi energi merupakan prioritas utama perusahaan.
“Kami berkomitmen menjaga pasokan LPG nasional terus tersalurkan dan terdistribusi secara merata. Melalui dukungan infrastruktur seperti Ship-to-Ship (STS) Kalbut, Pertamina Patra Niaga memastikan distribusi energi dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia secara optimal, sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan energi nasional,” ujarnya, Sabtu (11/4/2026).
Dalam implementasinya, Pertamina Patra Niaga memperkuat distribusi LPG nasional melalui optimalisasi sarana terintegrasi, mulai dari armada kapal distribusi laut, skid tank untuk distribusi darat, hingga peningkatan pengawasan di SPPBE, agen, dan pangkalan resmi.
Langkah tersebut diperkuat dengan keberadaan STS Kalbut yang berfungsi sebagai pusat layanan transfer LPG utama di Perairan Teluk Kalbut, Situbondo. Fasilitas strategis ini menjadi simpul penting bongkar muat LPG dari kapal tanker induk ke kapal berukuran lebih kecil untuk selanjutnya disalurkan ke berbagai daerah.
STS Kalbut yang beroperasi sejak 1995 dengan luas area laut mencapai 3,92 kilometer persegi merupakan bagian dari Terminal BBM Tanjungwangi dan memegang peranan vital dalam menjaga kelancaran distribusi energi nasional.
Area Manager Communication, Relations, and CSR Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menyebut STS Kalbut sebagai urat nadi energi nasional.
“Eksistensi STS Kalbut merupakan urat nadi energi Indonesia yang menjadi tulang punggung suplai LPG. Tidak hanya Jawa Timur, tetapi juga mencakup Bali, Nusa Tenggara, Jawa Tengah, Kalimantan, hingga Sulawesi,” katanya.
Di wilayah Jatimbalinus, fasilitas ini menopang distribusi ke sejumlah terminal strategis, yakni Terminal LPG Surabaya, Terminal LPG Tanjungwangi, Terminal LPG Manggis, Terminal LPG Ampenan, dan Terminal LPG Bima dengan kapasitas suplai reguler antara 1.700 hingga 10.000 metrik ton.
Seiring meningkatnya kebutuhan LPG di Jawa Timur, pada 8 April 2026 kapal kargo bermuatan 44.839 metrik ton sandar di STS Kalbut dan selanjutnya didistribusikan ke sejumlah terminal, antara lain Gresik sebanyak 10.000 metrik ton ditambah suplai kilang TPPI 1.000 metrik ton, Surabaya 8.000 metrik ton yang masih dalam proses bongkar, serta Banyuwangi 2.500 metrik ton.
Melalui optimalisasi infrastruktur dan penguatan sistem distribusi ini, Pertamina Patra Niaga memastikan ketersediaan LPG tetap aman guna mendukung aktivitas masyarakat serta menjaga pertumbuhan ekonomi nasional. (Wit)

0 Comments