Ticker

7/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Pasang Iklan? Hubungi 085344204480



Produktif di Balik Jeruji, Lapas Namlea Panen Jagung Ketan dan Raup Hasil Menjanjikan

Namlea – Di tengah keterbatasan ruang dan musim penghujan yang rawan hama, Lapas Kelas III Namlea justru menunjukkan produktivitas yang patut diapresiasi. Melalui program pembinaan kemandirian, ratusan jagung ketan berhasil dipanen—menjadi bukti nyata bahwa pembinaan warga binaan berjalan efektif dan berdampak.

Panen yang berlangsung pada Rabu (1/4) itu dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Namlea, Muhammad M. Marasabessy, bersama jajaran pegawai. Dari hasil budidaya selama kurang lebih dua bulan, sebanyak 450 buah jagung ketan atau pulut berhasil dipetik.

“Jagung pulut sudah lama menjadi komoditas andalan kami. Selain mudah dibudidayakan, juga sangat diminati masyarakat. Hari ini kita panen 450 buah hasil kerja warga binaan,” ujar Marasabessy.

Ia menegaskan, jagung ketan bukan sekadar tanaman pangan biasa, melainkan komoditas yang memiliki nilai ekonomi tinggi di wilayah sekitar. Terlebih, masyarakat di Desa Jikumerasa dan sekitarnya memiliki kebiasaan mengonsumsi jagung pulut rebus yang kerap dijual di pinggir jalan.

Potensi pasar itulah yang terus dimanfaatkan pihak lapas dengan membudidayakan jagung secara berkelanjutan. Bahkan, hasil panen rutin tersebut telah memberikan tambahan pemasukan yang cukup menjanjikan.

“Kami tidak hanya menanam, tapi juga memasarkan. Setiap panen selalu ada omzet yang kami terima, dan ini menjadi motivasi bagi warga binaan untuk terus produktif,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Subseksi Pembinaan, Mustafa La Abidin, mengungkapkan keberhasilan panen ini tidak lepas dari kerja keras warga binaan dalam menghadapi tantangan musim.

Menurutnya, periode Desember hingga awal April merupakan masa rawan serangan hama dan penyakit tanaman, khususnya lawor. Namun, dengan pendampingan yang tepat, budidaya tetap berjalan optimal.

“Di tengah ancaman hama, warga binaan tetap mampu merawat tanaman dengan baik. Ini menunjukkan bahwa program pembinaan tidak hanya berjalan, tapi juga berhasil,” jelasnya.

Keberhasilan ini sekaligus menjadi gambaran bahwa lembaga pemasyarakatan tidak semata menjadi tempat menjalani hukuman, tetapi juga ruang pembinaan produktif yang mampu menciptakan keterampilan dan harapan baru bagi para warga binaan. (KT/LO) 

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments